Pisang Diolah Jadi Biogas, Mungkinkah?


Pertanianku – Selain memiliki kandungan yang cukup beragam, pisang tak hanya bermanfaat untuk dikonsumsi oleh manusia. Tahukah Anda bahwa ternyata pisang menyimpan potensi sebagai energi pengganti bahan bakar minyak (BBM). Pasti Anda tidak menyangka bukan? Pasalnya, limbah tanaman pisang dapat diolah menjadi biogas.

Peneliti Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Arif Hidayat yang melakukan penelitian limbah tanaman pisang tersebut. Dia meneliti limbah pisang seperti bonggol, batang, pelepah daun, dan kuit pisang.

“Limbah pisang tersebut banyak sekali kita temukan di masyarakat namun tidak termanfaatkan. Selain itu, tanaman pisang menghasilkan jumlah limbah yang besar,” jelasnya.

Arif bilang kalau setiap 1 kilogram buah pisang menghasilkan limbah dari bagian yang tidak termanfaatkan sebanyak 6 kali lipatnya. “Hampir seluruh bagian tanaman pisang dapat langsung dimanfaatkan dan dikonversi menjadi biogas secara fermentasi,” paparnya.

Mengapa demikian?

Karena seluruh bagian pisang mengandung bahan lignoselulosa. Bahan tersebut merupakan komponen organik yang terdiri atas tiga tipe polimer organik, yaitu selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Kandungan dari ketiga komponen tersebut bervariasi, bergantung dari jenis bahan organiknya. Komponen ini dapat menghasilkan produk bermanfaat seperti gula dari proses fermentasi, bahan kimia, dan bahan bakar cair.

Untuk mendapatkan bahan tersebut, proses konversi limbah tanaman pisang harus dilakukan di dalam digester yang dapat mengubah limbah menjadi biogas. Proses ini disebut degradasi. Nantinya akan dihasilkan bahan lignoselulosa tersebut.

Proses degradasi lignoselulosa dilakukan pada kondisi anaerob dengan bantuan suatu konsorsium mikroorganisme yang diperoleh dari kotoran sapi. “Bahan lignoselulosa yang terkandung dalam tanaman pisang merupakan makanan bagi mikroba. Kemudian, mikroba akan menghasilkan biogas sebagai hasil proses metabolisme,” ujar Arif.

Untuk proses degradasi lignoselulosa dalam digester menghasilkan biogas dengan komposisi metana besarnya 60—70 persen, sedangkan sisanya berupa gas karbondioksida, nitrogen, hidrogen, dan hidrogen sulfida.

loading...
loading...