Pleci Mania Semarang, Pengorbit Pleci Jawara Kontes


Pertanianku – Pleci mania adalah sebutan bagi para penggemar burung mungil ini. Jika Anda berkunjung ke Semarang, cobalah mengunjungi Taman Budaya Raden Saleh, di sana akan ada sekumpulan penggemar pleci yang sedang latihan bareng atau hanya sekadar nongkrong sembari menikmati kicauan dari pleci kesayangan mereka.

Pleci Mania Semarang, Pengorbit Pleci Jawara Kontes

Adalah Pleci Mania Semarang, yang berawal dari kumpulan para kicau mania di seantero Semarang, khususnya hobiis burung pleci. Kopi darat pun dilakukan oleh sesama penggemar burung kacamata di Taman Pemancingan Blater Jimbaran, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang pada hari Minggu, tanggal 24 Juli 2011. Pada saat itu, terdapat 13 orang yang datang dan dideklarasikanlah perkumpulan Pleci Mania Semarang atau lebih beken disebut Pleman Semarang. Visi dan misi mereka adalah memajukan burung pleci yang selama ini dianggap remeh menjadi burung klangenan yang memiliki pamor dan harga tinggi. Bahkan, kacamata layak disandingkan dengan burung ocehan lain yang pamornya sudah lebih dulu menanjak karena pada saat itu belum ada kontes khusus kelas pleci di Semarang.

Para pleci mania merasa bangga menenteng sangkar kecil berisi burung pleci ke pasar burung maupun saat berkunjung ke teman atau saudara. Mulai saat itu banyak yang melontarkan pertanyaan, misalnya “Mas bawa burung apa?” atau “Pleci itu burung apa, toh?”. Sambil sedikit menjelaskan, akhirnya mulai banyak respon positif dari masyarakat.

Masalah lain mulai menghadang. Ternyata memasukkan pleci ke kancah lomba bukan perkara mudah. Selain masih dianggap burung murahan, pakem penilaian pleci juga masih rancu. Bahkan, setelah kelas lomba pleci dibuka, para pleman sering diolok-olok. Ada saja yang berteriak, “burung pakan ulo”. Namun, hal tersebut sudah berlalu saat ini. Di Semarang, pleci telah diminati semua lapisan masyarakat, bahkan event organizer (EO) di kontes burung Semarang selalu membuka kelas pleci hingga 2—3 sesi karena selalu ramai.

Baca Juga:  Cara Ternak Marmut Supaya Beranak Pinak

Selain kegiatan yang berhubungan dengan pleci, Pleman Semarang juga melakukan kegiatan sosial, seperti menjenguk anggota yang sakit, bakti sosial, dan melakukan buka puasa bersama dengan biaya dari iuran anggota setiap bulannya.

Pleman Semarang membawa filosofi dari burung pleci itu sendiri, yaitu burung berkoloni (berkomunitas) yang bisa diartikan selalu menjunjung tinggi semangat silaturahmi dan persahabatan. Saat ini, di Semarang khususnya dan di Indonesia umumnya, banyak terdapat komunitas pleci dengan berbagai sebutan. Ada Pleman xxx (memuat kota tertentu), ada Pleci Independen, Pleci Single Fighter, dan banyak sebutan komunitas-komunitas yang keberadaannya sangat eksis di wilayah masingmasing.

Saat ini, Pleci Mania Semarang beranggotakan 47 orang, baik pria dan wanita dari berbagai usia serta dari berbagai profesi dan disiplin ilmu. Untuk mengenal Pleman Semarang, dapat mengunjungi alamat facebooknya di PCMI Chapter Semarang.

 

Sumber: Buku Burung Pleci

loading...
loading...