Poin-poin Penting untuk Membangun Pertanian Indonesia Menurut Mentan Syahrul

Pertanianku — Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memaparkan lima poin penting untuk membangun pertanian Indonesia di hadapan para siswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa.

pertanian Indonesia
foto: Pertanianku

“Yang kita butuhkan dalam membangun pertanian adalah konsepsi/program, lahan, orang, teknologi/mekanisasi, dan korporasi/kerja sama,” tutur Syahrul seperti dikutip dari laman pertanian.go.id.

Syahrul mengungkapkan bahwa generasi muda di bidang pertanian memiliki tugas yang cukup berat untuk membangun sektor pertanian di Indonesia. Hal ini karena generasi muda menjadi salah satu modal utama yang dapat menjadikan Indonesia sebagai negara besar.

Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang tetap tumbuh di tengah pandemi. Syahrul menjelaskan bahwa sektor pertanian tak sekadar memenuhi kebutuhan pangan, tetapi sektor ini mampu menjadi penyangga perekonomian bangsa.

Syahrul memaparkan bahwa sektor pertanian mengalami pertumbuhan sebesar 16,4 persen selama pandemi Covid-19 berlangsung. Begitu juga dengan komoditas pertanian yang diekspor, menunjukkan kinerja yang bagus. Nilai ekspor secara kumulatif dari Januari hingga Desember 2020 mencapai Rp451,8 triliun atau meningkat sekitar 15,79 persen jika dibandingkan dengan total ekspor pada tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp390,2 triliun.

Syahrul berharap para sumber daya manusia yang akan memegang sektor pertanian adalah mereka yang memiliki ilmu pertanian dan pengalaman pertanian yang baik agar mampu mengelola kekayaan alam Indonesia dengan baik sehingga memberikan rahmat bagi masyarakat Indonesia.

“Saya akan membuat sektor pertanian dan SDM pertanian menggeliat lagi untuk mempersiapkan Indonesia yang lebih hebat dalam 10—15 tahun mendatang, saya berharap nanti tidak ada provinsi tanpa sekolah pertanian,” papar Syahrul.

Oleh karena itu, Syahrul menaruh harapan lebih kepada sekolah-sekolah pertanian yang ada di seluruh Indonesia agar mampu menghasilkan petani muda yang tidak kalah kompeten dari negara-negara lain, seperti Cina, Jepang, dan Vietnam yang sudah memiliki etos serta ilmu pengetahuan yang baik.

Baca Juga:  Tak Sekadar Mengatasi Banjir, Biopori Berguna untuk Pertanian

“Untuk itu, kalian nanti harus bisa memanfaatkan ilmu pertanian dan teknologi pertanian dengan baik, tidak ada lagi tanam 1 kali dalam satu tahun, harus bisa 3 kali tanam dalam setahun bahkan sampai 5 kali,” ujar Syahrul.


loading...