Potensi Besar Budidaya Lobster Air Tawar

Pertanianku — Lobster air tawar merupakan komoditas yang berpotensial, tetapi agak sulit dibudidayakan. Potensi pasar usaha budidaya lobster air tawar tergolong besar. Pembudidaya wajib terkoneksi agar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produk lebih terjamin. Lobster air tawar (LAT) sebenarnya adalah komoditas alternatif untuk memenuhi kebutuhan lobster air asin atau laut, meskipun begitu harga jualnya tetap menggiurkan.

budidaya lobster air tawar
foto: Trubus

Pada April 2022, harga jual lobster berukuran 6–7 inci mencapai $20 per ekor di pasar ekspor. Salah satu negara yang kerap menjadi tujuan ekspor adalah Singapura. Lobster yang dikirim ke negara tetangga ini harus bebas dari white spot syndrome virus (WSSV).

Hingga saat ini permintaan LAT di pasar ekspor masih belum bisa dipenuhi. Malaysia dan Singapura biasa setiap bulan meminta 21 ton lobster. Kebanyakan pembeli meminta LAT minimal berukuran 7 inci. Kriteria lobster yang akan diekspor pun sama seperti yang diminta oleh hotel. Sementara itu, rumah-rumah makan lebih menyukai LAT berukuran 4 inci.

Melansir dari Majalah Trubus Edisi 631, pembudidaya lobster air tawar di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Gema Paku Bumi, S. Si., M.Si, mengatakan, hingga kini kapasitas produksi lobster masih belum memenuhi permintaan. Saat ini Gema hanya mampu memproduksi LAT sebanyak 100 kg per bulan. Sebanyak 50 kg lobster sudah terserap habis oleh konsumen di sekitar Klaten dan Yogyakarta. Sisanya telah habis terjual ke rumah makan dan kolega.

Gema menjual LAT dengan harga Rp170.000 per kg. Menurutnya, penjualan LAT dapat memberikan laba sebesar 50% dari harga jualnya. Lobster berbobot 50 gram sepanjang 4 inci yang dihasilkan dari tempat budidayanya sudah laku terjual sebagai bahan baku olahan di rumah makan.

Baca Juga:  Produksi Budidaya Ikan Nila Naik Berkat Kincir Air

Gema menilai sebetulnya budidaya lobster air tawar cocok dikembangkan di perkotaan menggunakan bak terpal. Untuk kolam seluas 1 m2 dapat diisi oleh 10 ekor LAT.

Namun, memang budidaya lobster air tawar cenderung lebih sulit dari budidaya ikan kerapu. Pembudidaya harus menyediakan ekosistem yang menyerupai habitat alaminya, baik ruang, air, maupun pakan. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan oleh pembudidaya yang mulai tertarik budidaya lobster air tawar agar berhasil merasakan keuntungannya yang manis.