Potensi Bisnis dan Tips Budidaya Bawal Bintang


    Pertanianku — Bawal bintang atau umum dikenal dengan ikan kuwe ini merupakan ikan perenang aktif yang tergolong dalam ikan karnivor (predator) yang memangsa ikan kecil, udang, dan binatang air lainnya. Budidaya bawal bintang sudah banyak digeluti karena memiliki pangsa pasar yang cukup tinggi.

    Budidaya bawal bintang
    Foto: Google Image

    Ikan ini memiliki daya adaptasi yang cukup tinggi terutama terhadap salinitas, pertumbuhan pesat dan lebih tahan terhadap penyakit sehingga mudah dibudidayakan. Harga pasar bawal bintang di Indonesia bisa mencapai 60 ribu rupiah per kilogram. Ini merupakan nilai jual yang cukup tinggi di pangsa pasar.

    Bawal bintang merupakan salah satu jenis ikan air laut yang memiliki kandungan omega-3 sangat tinggi. Di dalamnya terdapat DHA (Docosahexaenoic acid) sebesar 2.560 mg/100 gr dan EPA (Eicosapentaenoic acid) sebesar 390 mg/100 gr. Mengingat kandungan gizinya yang tinggi, sangat mungkin jika ikan ini diminati di pasar lokal dan global.

    Pertumbuhan ikan bawal bintang ini akan maksimal pada perairan yang memiliki parameter dengan suhu sebesar 28—32°C, salinitas sekitar 29—32 ppt, DO 6,8—8,4 ppm, dan pH sekitar 7 – 8. Sementara, pada kondisi lingkungan budidaya, persyaratan kualitas air untuk budidaya pembesaran ikan bawal bintang sebagai berikut.

    • Kecepatan arus ideal untuk budidaya bawal bintang adalah 20—40 cm/detik.
    • Kecerahan perairan untuk pertumbuhan bawal bintang adalah 2—10 mg/l (untuk partikel >1) dan 2—3 mg/l (untuk partikel <1 mikron).
    • Suhu optimal untuk pertumbuhan bawal ikan adalah 28—32°C.
    • Salinitas yang ideal, yaitu 29—32 ppt.
    • Ikan bawal bintang akan sangat baik bila dipelihara pada air laut dengan pH 6,8—8,4.
    • Ikan bawal bintang dapat hidup layak dalam keramba jaring apung dengan kosentrasi oksigen terlarut (DO) sebesar 5—7 ppm.
    Baca Juga:  Daging Ikan Wajib Segera Diolah, Ini Alasannya!

    Budidaya bawal bintang biasanya dilakukan dalam sistem keramba jaring apung atau tancap. Kedalaman ideal untuk melakukan budidaya ikan ini berkisar 5—15 meter di laut lepas dengan gelombang rendah 0,5—1 meter. Ukuran keramba yang umumnya digunakan untuk budidaya ikan ini berkisar 3 × 3 meter atau 4 × 4 meter.

    Perairan yang baik untuk budidaya ikan bawal bintang ini adalah perairan jernih yang jauh dari pembuangan limbah industri dan rumah tangga, erosi atau abrasi, juga pasang surut.

    Budidaya pembesaran bawal bintang ini dapat dilakukan dengan penebaran benih ukuran 7—9 cm dengan padat tebar sebanyak 400 ekor per keramba. Selama pemeliharaan dapat diberikan pakan berupa pelet sebanyak 2—3 kali sehari. Masa pemeliharaan budidaya ikan ini, yaitu selama 7—8 bulan yang kemudian dapat dipanen dengan berat 350—500 kg per ekor.