Seminar Potensi Perkembangan Kurma Tropis di Indonesia

Pertanianku – Pernah Anda melihat kebun kurma di negara beriklim tropis. Anda pasti belum pernah melihatnya bukan? Namun hal ini benar adanya bahwa kurma dapat ditanam dan tumbuh dengan subur di negara beriklim tropis. Salah satu negara yang telah membuktikannya adalah Thailand. Di negeri siam itu kurma sudah dikebunkan secara komersil.

trubus kurma

Tren pengembangan kurma tropis di Thailand saat ini bahkan telah melanda Indonesia. Salah satu varietas yang adaptif berbuah di tropis adalah kurma KL-1 (Kolak one). Kurma KL-1 merupakan kurma tropis yang dapat berbuah pada umur 3 tahun setelah masa tanam ini merupakan hasil pengembangan seorang peneliti dari University Maejo Thailand Sak Lam Juan Phd.

Loading...

Untuk itu Trubus Cipta Swadaya mengundang dan menghadirkan secara langsung Sak Lam Juan sang penemu kurma tropis ke Indonesia untuk memberikan pelatihan dengan para pekebun tanah air untuk membantu pekebun tanah air mengaplikasikan dan menanam sendiri kurma tropis di Indonesia. Seminar yang bertajuk “Potensi dan Tantangan Pengembangan Kurma Tropis” merupakan serangkaian acara dari Fruit & Veggie Festival yang akan diselenggarakan di Teras Berlian Blok M Square pada Sabtu, 3 September 2016. Untuk dapat mengikuti seminar ini Anda ada biaya yang harus Anda keluarkan yaitu sebesar Rp700.000 per orang. Namun, jika Anda 50 pendaftar pertama Anda hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp500.000 per orang. Jangan sia-siakan kesempatan langka ini. Datangilah Seminar Potensi dan Tantangan Perkembangan Kurma Tropis dengan pembicara oleh pakarnya langsung Sak Lam Juan. Dalam seminarnya kali ini Sam Lam Juan akan membagi informasi secara lengkap tentang pengembangan kurma tropis serta stategi kebunkan kurma tropis.

Pekebun kurma tropis di Thailand tidak membutuhkan bantuan alat apa pun untuk memanen kurma ini, sebab tinggi pohon hanya sekitar 1 m. Di setiap pohon bergelayut 5—10 tandan. Bobot kurma KL-1 per tandan 5—10 kg. Posisi ujung dompolan nyaris menyentuh tanah.

Kebun-kebun kurma di negeri siam itu tak pernah sepi pengunjung. Mereka berbondong-bondong membeli kurma segar itu. Padahal, pekebun dibanderol seharga 500 baht setara Rp200.000/kg. Kurma KL-1 saking trennya bahkan banyak pembeli rela memesan buah sebelum waktu panen.

Di Thailand, kurma segar tergolong buah eksklusif. Jika harga buah di kebun 500 baht/kg setara Rp200.000/kg. namun, setelah masuk ke supermaket harganya akan naik menjadi 800—1000 baht.

Loading...
Loading...