Presiden Jokowi Tegaskan Selama Pandemi Produksi Pangan Nasional Surplus

Pertanianku — Beberapa waktu belakangan ini santer tersebar kabar Presiden Joko Widodo menyampaikan keadaan pangan mengalami defisit di tengah pandemi Covid-19. Presiden menegaskan secara nasional produksi pangan mengalami surplus. Namun memang diakui, beberapa daerah mengalami defisit pangan dan seharusnya bisa ditutupi oleh daerah lain yang sedang mengalami surplus.

pandemi covid 19
Foto: Pixabay

“Ramainya di media mengenai defisit pangan kita, bahwa yang dibicarakan itu adalah defisit pangan di provinsi, defisit di wilayah. Itu bisa ditutup dari surplus di provinsi lain,” ucap Presiden Joko Widodo seperti dikutip dari pertanian.go.id.

Presiden mengapresiasi usaha Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Kementerian Pertanian yang tengah berusaha untuk meningkatkan produksi pangan di tengah pandemi Covid-19.

Loading...

“Jadi jangan ditulis-tulis Menteri Pertanian bohong. Nanti repot Pak Menteri Pertanian. Lha, kita bicara bukan defisit pangan nasional kok, tapi provinsi,” lanjut Jokowi.

Sehubungan dengan hal tersebut, Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB Prof. Muhammad Firdaus mengatakan secara kumulatif kondisi persediaan pangan di Indonesia sudah mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Namun, permasalahan yang tengah dihadapi adalah distribusi pangan yang terhambat sehingga persebaran bahan pangan menjadi tidak merata.

Fenomena surplus dan defisit antarwilayah sebenarnya merupakan hal yang wajar terjadi, apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan yang besar.

“Di negara maju seperti Amerika Serikat sekalipun distribusi pangannya belum merata. Apalagi kita negara kepulauan terbesar di dunia, tidak mungkin produksi merata sama di seluruh wilayah. Sistem distribusinya yang perlu ditata lebih baik,” ujar Firdaus.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kementerian Pertanian akan terus melakukan upaya untuk melancarkan proses distribusi bahan pangan, khususnya pada 11 komoditas bahan pokok. Pihaknya akan melakukan sinergi dengan beberapa pihak terkait yang dapat membantu melancarkan proses distribusi.

Baca Juga:  Starter Kering Yoghurt Besutan Balitbangtan Jadi Favorit Pegiat Usaha

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik mengenai persediaan pangan, komoditas yang mengalami surplus hingga Juni 2020 antara lain jagung 1,01 juta ton, bawang merah 330.384 ton, gula pasir 1,07 juta ton, dan minyak goreng 5,7 juta ton. Beberapa komoditas yang sempat diisukan langka seperti gula dan bawang putih juga diperkirakan surplus.

Loading...
Loading...