Pria Ini Temukan Formula Organik yang Mampu Hasilkan Daging Sehat


Pertanianku – Sebuah inovasi diciptakan oleh seorang invator pertanian asal Bali, yakni Pang David. Ia berhasil menciptakan formula bio tetes yang terbuat dari produk buah organik. Formula ini diteteskan pada minuman hewan ternak yang dapat menghasilkan daging yang jauh lebih sehat.

Untuk diketahui, Pang David saat ini bekerja sama dengan Asosiasi Petani Pengolah Hasil Hortikultura (Asppehorti) Provinsi Jawa Tengah yang menggunakan hasil penelitiannya. Beberapa waktu lalu, Aspperhorti Jateng menggandeng sejumlah petani di Sukoharjo untuk mengenalkan hasil penemuan David di Warung Sehat Sukoharjo. Warung tersebut menyajikan makanan sehat berupa daging ayam, itik, dan kambing.

“Penelitian saya ini berawal dari kesukaan saya makan daging kambing tapi tidak suka baunya, ingin makan ayam tidak suka bau amisnya, makan ikan tapi tidak suka bau lumpurnya, mau makan bebek tapi tidak suka bau apeknya,” kata David.

David mengatakan bahwa penelitian yang telah ia mulai sejak 15 tahun lalu ini akhirnya membuahkan hasil. Tiga tahun terakhir ia sangat fokus mengembangkan formula tersebut dan berhasil menghasilkan daging dengan omega 9 tanpa kolesterol. Bahkan, ciptaannya ini telah lulus uji di laboraturium.

“Formula diteteskan pada minuman ternak. Hasilnya daging sehat, tidak bau, bahkan kandangnya juga tidak bau. Daging lebih mudah matang ketika dimasak dan rasanya enak,” tambahnya.

Lebih lanjut David bercerita, jika daging digoreng, tidak memerlukan minyak dan tidak perlu garam, bumbu, dan penyedap rasa lainnya. Akan tetapi, masakan tetap bisa menghasilkan rasa dan aroma yang gurih dan menggugah selera.

“Cita rasa daging sudah muncul dari dalam. Waktu dimasak, tulang mengeluarkan sari makanan yang membuat rasanya gurih. Kandungan nilai gizinya juga lebih tinggi dibandingkan ayam biasa. Kalau daging dibuat bubur atau sop, bisa ditambahkan bawang merah dan bawang putih,” lanjutnya.

Baca Juga:  Pemerintah Susun Kebijakan Persusuan Nasional Demi Kemaslahatan Bersama
loading...
loading...