Prinsip Dasar Pengomposan


Pertanianku – Bahan organik tidak dapat langsung digunakan atau dimanfaatkan oleh tanaman karena perbandingan C/N dalam bahan tersebut relatif tinggi atau tidak sama dengan C/N tanah. Nilai C/N merupakan hasil perbandingan antara karbohidrat dan nitrogen. Nilai C/N tanah sekitar 10—12. Apabila bahan organik mempunyai kandungan C/N mendekati atau sama dengan C/N tanah, bahan tersebut dapat digunakan atau diserap tanaman. Namun, umumnya bahan organik yang segar mempunyai C/N yang tinggi, seperti jerami padi (50—70), daun-daunan (> 50, tergantung jenisnya), cabang tanaman (15—60, tergantung jenisnya), dan kayu yang telah tua (bisa mencapai 400).

kompos

Prinsip pengomposan adalah menurunkan C/N ratio bahan organik hingga sama dengan C/N tanah (< 20). Semakin tingginya C/N bahan, proses pengomposan akan semakin lama karena C/N harus diturunkan. Waktu yang diperlukan untuk menurunkan C/N tersebut bermacam-macam, dari tiga bulan hingga mencapai tahunan. Hal itu terlihat dari proses pembuatan humus di alam. Diperlukan waktu bertahun-tahun untuk mengubah bahan organik menjadi humus (humus merupakan hasil proses lebih lanjut dari pengomposan).

Dalam proses pengomposan, terjadi perubahan untuk mengurangi atau menghilangkan kadar karbohidrat dan meningkatkan senyawa N yang larut (amonia). Dengan demikian, C/N semakin rendah dan relatif stabil mendekati C/N tanah. Berikut adalah perubahan yang terjadi dalam pengomposan.

1) Karbohidrat, selulosa, hemiselulosa, lemak, serta lilin menjadi CO2 dan air.

2) Zat putih telur menjadi amonia, CO2, dan air.

3) Senyawa organik menjadi senyawa yang dapat diserap tanaman dengan cara terurai.

Baca Juga:  Inovasi Pie Labu Bening Viral di Dunia Maya
loading...
loading...