Produk Olahan Bernilai Ekonomi dari Kunyit

Pertanianku — Rimpang kunyit dapat digunakan secara langsung dalam bentuk daun dan rimpang segar ataupun dalam bentuk olahan. Produk olahan kunyit yang paling terkenal adalah rimpang kering, simplisia, oleoresin, serbuk, dan minyak atsiri.

produk olahan kunyit
foto: Pertanianku

Rimpang kering

Rimpang kering biasanya dijual dalam bentuk gelondong atau irisan. Rimpang yang paling disukai adalah rimpang dengan kadar kurkumin yang tinggi sekitar 5—6 persen, berwarna kuning tua hingga oranye, bertekstur keras, dan tidak mudah patah. Untuk membuat rimpang kering, rimpang yang telah dipilih dibersihkan terlebih dahulu, lalu dikeringkan dalam keadaan bulat.

Rimpang yang sudah kering dikerik kulitnya, kemudian disemir dengan pasta serbuk kunyit yang sudah dicampur dengan Nabisulfit.

Simplisia

Simplisia kunyit sering digunakan sebagai bahan baku jamur dan obat tradisional. Untuk membuat produk olahan kunyit tersebut, rimpang yang sudah dikumpulkan dibersihkan terlebih dahulu, kemudian diiris tipis-tipis dengan ketebalan 5—6 mm. Irisan tersebut kemudian dikeringkan dengan sinar matahari atau menggunakan oven dengan suhu 40—50°C.

Oleoresin

Oleoresin kunyit dibuat dengan cara mengekstrak serbuk kunyit dengan pelarut organik selama 4—5 jam dengan cara maserasi atau sokhlet. Rendemen yang dapat dihasilkan sekitar 7,9—10,4 persen. Pelarut yang digunakan adalah etanol, etilen dikhlorida, dan aceton.

Oleoresin kunyit mengandung zat warna kurkumin, minyak atsiri, minyak lemak, resin, dan senyawa ekstraktif lainnya. Oleoresin rimpang ini berwarna merah jingga yang terdiri atas dua bagian, yakni lapisan atas yang berminyak dan lapisan bawah yang berbentuk kristal.

Serbuk

Serbuk kunyit dibuat dari anak rimpang yang sudah dikeringkan, umbi belahan, dan irisan rimpang kering. Bahan yang akan dibuat menjadi serbuk harus mengandung kurkumin yang tinggi dan kadar air, kotoran, serta minyak rendah. Bahan rimpang tersebut kemudian digiling hingga menjadi partikel kecil seperti serbuk. Alat penggiling harus dilengkapi kipas pendingin atau air pendingin untuk mencegah hilangnya komponen aromatis minyak atsiri.

Baca Juga:  Tak Sekadar Obat Herbal, Ini Manfaat Kunyit yang Perlu Diketahui

Minyak atsiri

Minyak atsiri kunyit sering digunakan untuk memberi aroma pada rempah, produk bumbu, parfum, dan obat-obatan. Minyak tersebut dapat disuling dari rimpang dengan alat penyuling. Metode penyulingan yang digunakan adalah uap dan air atau uap langsung. Penyulingan berlangsung selama 8—10 jam dan menghasilkan minyak atsiri sebanyak 3—5 persen.