Produk Olahan yang Membutuhkan Gaharu

Pertanianku — Saat ini gaharu termasuk komoditas yang berpotensial, bahkan proses pembentukannya telah dilakukan secara buatan untuk memenuhi permintaan yang ada. Secara alami gaharu terbentuk setelah adanya luka alami pada batang. Luka tersebut akan terinfeksi oleh penyakit, kemudian tanaman akan membentuk antibodi sebagai pertahanan. Sementara itu, pada tanaman yang rentan terhadap penyakit, energi hara dalam sel-sel pada jaringan akan dikonsumsi dan diubah oleh penyakit menjadi residu berupa resin gaharu.

gaharu
foto: Trubus

Secara turun-temurun masyarakat pedalaman memanfaatkan komoditas gaharu dalam bentuk akar, daun, kulit, dan buah sebagai campuran obat tradisional atau jamu. Bahan tersebut berguna untuk pengobatan atau kesehatan. Penyakit yang bisa disembuhkan di antaranya malaria, darah tinggi, dan kencing manis.

Jenis-jenis produk gaharu yang bisa diperdagangkan antara lain sabun, teh daun gaharu, balsam, campuran jamu tradisional, dan bahan mandi sauna.

Di dalam komoditas ini terdapat komponen kimia penting yang dibutuhkan oleh industri parfum, kosmetik, dan obat herbal. Beberapa komponen kimia tersebut adalah minyak a-agarofuran, b-agarofuran, agarospiro, dan chromone. Berikut ini beberapa produk olahan yang membutuhkan gaharu sebagai bahan bakunya.

Minyak atsiri

Minyak atsiri merupakan produk sampingan dari bahan gaharu. Minyak terbuat dari kayu tanaman yang sudah dihancurkan. Kayu tersebut disuling dengan sistem tekanan uap panas untuk mendapatkan minyak dengan variasi rendemen yang sesuai dengan kualitas kayu yang diproduksi.

Dupa atau hio

Dupa menjadi salah satu produk olahan yang paling terkenal dari gaharu. Dupa terbuat dari kayu kelas bubuk/abu yang melalui proses perekatan dan pencetakan. Dupa dicetak menjadi berbagai bentuk sesuai dengan keinginan.

Parfum

Produk lain yang terkenal sangat membutuhkan gaharu adalah parfum. Minyak atsiri dari komoditas ini dapat diolah menjadi parfum beraroma khas. Selain itu, minyak juga bisa digunakan sebagai bahan pengikat (fiksatif) untuk berbagai jenis parfum yang memiliki keharuman bunga seperti melati, mawar, dan kenanga.

Baca Juga:  Hama dan Penyakit Tanaman Pisang yang Meresahkan