Produksi Ayam Berdasarkan Pasar


Pertanianku – Landasan sistem produksi berkesinambungan adalah situasi dan kondisi pasar. Situasi di sini baik yang nyata atau masih dalam rencana. Situasi yang nyata artinya memang ada pembeli atau disebut pula “pangsa pasar”, misalnya ayam kampung dari peternakan Anda sudah dipesan dengan pasti sebanyak 150 ekor per minggu. Adapun contoh situasi yang masih berupa rencana yaitu rencana akan menjual telur dan daging ke wilayah lain atau mungkin bisa tanda tangan kontrak dengan hotel atau restoran rekanan baru Anda. Jadi, pegangan yang digunakan yaitu pangsa pasar yang sudah pasti dalam jangkauan atau dalam kekuasaan Anda.

Jual yang Sedang Laris

Pasar tergantung pada penjual dan pembeli. Baik pembeli dan penjual ada dalam jumlah banyak. Demikian juga dengan produk asal ayam ada beberapa macam seperti telur dan daging ayam ras, ayam kampung, itik, puyuh, dan sebagainya. Oleh karena itu, situasi pasar dapat (cepat) bergejolak, kadang baik (pasar sedang baik), kadang biasa saja, dan kadang susut (pasar sedang jelek).

Melihat situasi pasar yang dapat bergejolak maka sistem produksi dibuat berkesinambungan atau sistem kelompok. Aktivitas tiap kelompok tergantung pada situasi pasar. Bila pasar baik maka kelompok dapat diisi penuh, bila pasar normal, kelompok diisi normal, dan bila pasar sedang buruk maka kelompok yang bersangkutan dikosongkan alias tidak dipelihara ayam. Dikatakan bahwa syarat dalam beternak ayam kampung adalah adanya pasar yang pasti. Hal ini penting karena masa produksi (panennya) ayam kampung termasuk lama. Setelah satu tahun, ayam kampung dapat dipanen secara ekonomis. Selama setahun itu tentu situasi dan kondisi pasar telah berubah pula. Ayam kampung yang Anda siapkan bisa saja tidak laku dijual atau bahkan permintaannya bertambah. Di sinilah perlunya Anda berpegang pada yang “pasti” itu.

Baca Juga:  Segudang Khasiat Susu Kambing yang Menakjubkan

 

Sumber: Buku enam Kunci Sukses Beternak Ayam Kampung

 

loading...
loading...