Produksi dan Distribusi Pertambakan Bandeng


Pertanianku – Potensi budi daya bandeng di Indonesia masih sangat luas. Jika melihat luas area hutan mangrove yang ada, luasan yang dapat digunakan untuk kegiatan budi daya tambak bandeng diperkirakan ada sekitar 1.224.000 ha. Dari jumlah tersebut, sekitar 453.000 ha telah dijadikan lahan tambak untuk budi daya bandeng dan udang (Dirjen PerikananBudi daya, 2008). Selama periode 2002—2007, area tambak bandeng dilaporkan bertambah dengan laju 5% per tahun. Pada periode tahun yang sama, produksi bandeng juga telah mengalami kenaikan sebesar 3,7% per tahun. Hal itu dapat dilihat pada Tabel 1.

Produksi dan Distribusi Pertambakan Bandeng

Distribusi luas lahan pertambakan sebagian besar terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan (93.960 ha), Jawa Barat (53.640 ha), Kalimantan Timur (51.960 ha), Jawa Timur (51.610 ha), Nanggroe Aceh Darussalam (34.080 ha), Jawa Tengah (32.680 ha), Sumatera Selatan (28.900 ha), dan Lampung (21.600 ha).

Pada akhir tahun 1980-an, untuk pertama kalinya pembenihan bandeng telah berhasil dilakukan oleh salah satu instansi pemerintah yang berlokasi di Gondol–Bali. Oleh karena bandeng sudah bisa dihasilkan dari pembenihan, saat ini sudah banyak berdiri hatchery yang khusus menghasilkan benih bandeng. Dengan demikian, sebagian besar benih bandeng tidak lagi diperoleh dari alam. Selain itu, efisiensi budi daya juga menjadi tuntutan utama sebagai upaya peningkatan produktivitas tambak yang tentunya bisa meningkatkan pendapatan petambak.

 

Sumber: Buku Panen Bandeng 50 Hari