Produksi Jagung Lokal Menghemat Devisa Rp31 Triliun

Pertanianku — Saat ini kebutuhan jagung domestik sudah dapat dipenuhi, bahkan Indonesia sudah dapat mengekspor 372 ribu ton jagung. Dengan melakukan peningkatan produksi jagung, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengklaim, pemerintah telah menghemat devisa sekitar Rp31 triliun.

produksi jagung
Foto: Pixabay

Melansir Republika, Amran mengajak kepada pemangku jabatan dan para petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian jagung. Imbauan tersebut ia sampaikan dalam prosesi panen jagung di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Senin (25/2). Hal ini dilakukan agar Indonesia dapat mencukupi kebutuhan pangan hingga 500 juta sampai satu miliar penduduknya di masa depan.

“Hal ini akan kita kawal terus sampai seterusnya,” katanya.

Pihaknya juga menginstruksikan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk melakukan penyerapan hasil panen petani. Amran menyatakan, dengan menyerap hasil panen jagung tersebut, Bulog dapat menyiapkan buffer stock atau persediaan ekstra yang dapat digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi kekurangan pasokan di pasar.

Selain Bulog, Amran juga menyoroti perusahaan jagung yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) untuk ikut serta menyerap hasil panen petani. Menurutnya, GPMT diharapkan dapat mengambil pasokan jagung dari para petani yang dinilai memiliki kualitas yang sangat bagus.

Ketua Dewan Pembina GPMT Sudirman menilai, kualitas jagung pakan ternak lokal lebih bagus ketimbang jagung pakan ternak impor. Alasannya, jagung lokal lebih fresh karena tidak disimpan lama. Kendati demikian, kualitas jagung lokal tersebut harus dibarengi dengan pengeringan yang sempurna agar kadar air dalam jagung dapat berkurang sehingga dapat meningkatkan kualitas pakan ternak saat melalui proses pengolahan.

“Kalau soal harga, perbedaannya hanya tipis saja. Yang penting itu di kami (GPMT), kualitas jagungnya jadi utama,” kata Sudirman.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy mengatakan, pemerintah akan memberikan bantuan kepada petani jagung terkait apa pun yang dibutuhkan. Hal itu guna meningkatkan produktivitas komoditas jagung agar dapat mencukupi skala nasional.

Baca Juga:  Harga Bawang Putih di Karawang Berangsur Turun

“Bahkan Pak Menteri juga sangat optimistis ke depannya kita mampu untuk ekspor jagung,” ungkapnya.

Loading...