Produksi Pangan Meningkat dengan Tumpang Sari

Pertanianku — Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Sumardjo Gatot Irianto mengatakan, tahun ini pihaknya mempunyai beberapa program terobosan untuk mencapai sasaran produksi. Salah satunya, yaitu pengembangan pola tanam tumpang sari padi, jagung, dan kedelai sistem tanam rapat.

pola tanam tumpang sari
Foto: Pertanian dengan sistem tumpang sari (Monitor.co.id

Sistem tanam tumpang sari menjadi cara efektif untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan. Sistem ini juga dinilai mampu mencegah persaingan lahan.

Gatot menyebutkan, pola tumpang sari dikembangkan agar tidak terjadi persaingan penggunaan lahan antara komoditas padi, jagung, dan kedelai. Sistem ini diharapkan menambah populasi ketiga tanaman tersebut.

Loading...

“Selama ini yang terjadi di daerah, jika harga jagung naik, maka akan kesulitan tanam padi dan kedelai. Dengan tumpang sari persaingan penggunaan lahan antara padi, jagung dan kedelai bisa diminimalisir,” ujarnya di Jakarta, melansir Republika, Kamis (23/5).

Gatot menjelaskan, pola tumpang sari juga bisa menjadi salah satu mitigasi risiko kegagalan panen. Misalnya, lanjut dia, jika tanaman padi terserang hama, petani masih ada penyangganya, yakni dari tanaman jagung atau kedelai.

Kelebihan tumpang sari (padi-kedelai) lainnya adalah tanaman kedelai bisa menjadi refugia atau tanaman tempat bersarangnya musuh hama wereng yang selama ini menyerang tanaman padi.

Gatot pun menegaskan, pola tumpang sari ini sudah diujicobakan di beberapa lokasi dan terbukti efektif. Oleh karena itu, pemerintah akan lebih memacu lagi di tahun mendatang. Indonesia masih punya peluang untuk menggenjot produksi dengan pola tersebut sampai lima tahun ke depan sehingga dapat memitigasi alih fungsi lahan, terutama akibat pembangunan infrastruktur.

“Pengembangannya kami akan arahkan untuk lahan sawah pada musim kemarau dan pada lahan kering pada musim hujan. Kami ingin padi, jagung, dan kedelai berdampingan secara damai tidak rebutan areal,” kata dia.

Baca Juga:  Membuat Dekomposer Pupuk Bokashi

Salah satu yang telah menerapkan pola tumpang sari, yakni Provinsi DI Yogyakarta. Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko menjelaskan, tumpang sari merupakan cara memanfaatkan persaingan lahan antarkomoditas. Bahkan, penanaman tanaman kedelai sebagai tumpang sari pada tanaman jagung dapat memperbaiki kesuburan lahan.

Provinsi DIY tahun ini diberikan target tumpang sari seluas 5 ribu hektare. Untuk Kabupaten Kulon Progo seluas 391 hektare (jagung dan kedelai), Kabupaten Gunung Kidul 1.346 hektare baru terlaksana 586 hektare (padi dan kedelai). Sementara, Kabupaten Bantul dari 914 hektare baru terealisasi 727 hektare dan Kabupaten Sleman 150 hektare (jagung dan kedelai).

Loading...
Loading...