Produksi Rumput Laut NTT Terbesar di Indonesia


Pertanianku – Indonesia merupakan salah satu negara yang memproduksi rumput laut. Bahkan, salah satu provinsi di Indonesia, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT) berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), produksi rumput lautnya selama 2017 mencapai 630.000 ton. Jumlah tersebut berasal dari produksi 560.000 ton rumput laut basah dan 70.000 ton kering.

“Sementara ini nilai produksi rumput laut sudah mencapai sekitar Rp560 miliar lebih,” kata Kepala DKP Provinsi NTT Ganef Wurgiyanto di Kupang, belum lama ini, seperti melansir dari Republika (22/8).

Ia menyebut sejumlah daerah yang mengembangkan potensi rumput laut yang besar seperti Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Alor, dan Flores Timur.

Daerah-daerah yang belum menonjol, terutama di Pulau Timor seperti Kabupaten Belu, Malaka, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, dan Kota Kupang. Rumput laut merupakan salah satu hasil budidaya laut yang diunggulkan di provinsi dengan luas wilayah laut mencapai 200.000 kilometer persegi itu.

“Potensi di daerah dengan wilayah laut yang luas ini memang memadai, namun tingkat pemanfaatannya masih perlu terus didorong karena belum betul-betul merata di setiap daerah,” tuturnya.

Lebih lanjut Ganef mengatakan pengembangan rumput laut membutuhkan dukungan bibit unggul. Akan tetapi, selama ini bibit masih sulit diperoleh. Petani Nusa Tenggara Timur mengandalkan pasokan bibit rumput laut dari luar daerah seperti Nusa Tenggara Barat dan Bali.

Salah satu solusi yang ditawarkan oleh DKP adalah membangun komunikasi dengan PT Sampoerna untuk berinvestasi mengembangkan laboratorium kultur jaringan rumput laut di provinsi itu untuk menghasilkan bibit-bibit unggul.

Pengembangannya dilakukan melalui lima klaster yang sudah ada. Di antaranya klaster Kupang meliputi wilayah Pulau Timor dan Rote, klaster Sumba Timur meliputi seluruh wilayah Pulau Sumba.

Baca Juga:  Instalasi Karantina Hewan Terbesar di Indonesia Diresmikan di Pangkalan Bun

Selain itu, klaster Lembata meliputi Kabupaten Alor, Kabupaten Lembata, Kabupaten Flores Timur, dan Kabupaten Sika, serta klaster Manggarai meliputi sejumlah kabupaten di bagian barat Pulau Flores dari Manggarai Barat hingga Ende.

“Setiap klaster itu masing-masing akan ditentukan satu lokasi untuk pembangunan kebun bibit rumput laut yang hasilnya dipasok ke setiap daerah,” katanya.

Pihaknya berharap, kerja sama tersebut segera diwujudkan untuk memastikan pasokan bibit-bibit rumput laut yang unggul agar produktivitas terus meningkat.

loading...
loading...