Produktivitas Jagung Kian Meningkat


Pertanianku – Petani jagung di Kabupaten Garut boleh bangga dengan hasil panen kali ini. Dari 5 desa di Kabupaten Garut dengan luas lahan sebesar 3.500 ha dapat memproduksi sebanyak 42.000 ton. Jagung yang ditanam adalah jagung jenis hibrida. Jenis jagung ini diperoleh dari persilangan heterozygot dan homogen. Jagung hibrida biasanya dikirim ke industri untuk diolah sebagai  pakan ternak atau kebutuhan industri lainnya.

Produktivitas Jagung Kian Meningkat

Seperti dikutip Kementerian Pertanian, (12/4) Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menghadiri panen raya jagung di Desa Pangeureunan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.  Sasaran tanam jagung di wilayah Jawa Barat pada 2016 seluas 195.752 ha dengan target produksi hampir 1,3 juta ton dan kontribusi Kabupaten Garut sendiri mencapai 45,28% yakni seluas 82.010 ha dengan sasaran produksi 586.207 ton atau setara dengan Rp1,8 Triliun. Dengan sasaran produktivitas jagung yang cukup tinggi, yaitu sebesar 83,72 ku/ha. Hal ini dapat dicapai dengan penanaman jagung hibrida. Amran berharap petani terus mengembangkan jagung hibrida dengan varietas yang sesuai dengan kearifan lokal untuk produktivitas yang lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Produktivitas jagung tanah air dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Berdasarkan data sementara BPS, produksi jagung nasional pada 2015 19,61 juta ton, mengalami peningkatan 3,17% atau lebih tinggi 0,61 juta ton dibanding produksi pada 2014 lalu yang hanya sebesar 19 juta ton. Dan pada 2016 ini, Kementerian Pertanian memproyeksikan produksi jagung naik menjadi 24 juta ton atau diharapkan meningkat 8,8%.

Perhatian pemerintahan Joko Widodo sangat besar terhadap sektor pertanian, di luar subsidi pupuk  sekitar Rp28 triliun tiap tahun, anggaran pertanian pada 2015 lalu meningkat 200% dari 2014, untuk produksi penyediaan pangan. Jumlah bantuan alat mesin pertanian pada 2015 kepada kelompok tani berupa traktor, pompa, combain harvester, rice transplanter, power trhesher, corn sheller.

Menteri Pertanian memberikan bantuan pada 2015 kepada kelompok tani di Kabupaten Garut berupa benih padi sawah 20.000 ha, jagung hibrida 10.000 ha, kedelai 4.500 ha, jaringan irigasi tersier 9.000 ha, optimasi lahan 1.000 ha dan alsintan berupa traktor 133 unit, pompa air 46 unit, combain harvester 21 unit, corn seller 20 unit, power trhesher 15 unit, vertical dryer jagung 3 unit, serta RMU dan bangunannya 7 unit.

Baca Juga:  Kementan Tanam Bawang Putih di Tiga Lokasi Secara Serempak

Program bantuan kepada petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) sebagai upaya meningkatkan produksi padi dan jagung akan terus dilanjutkan untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

loading...
loading...