Produsen Jamu Sido Muncul Hasilkan Keuntungan Hingga Rp500 Miliar


Pertanianku — Di tengah gempuran perkembangan yang serba modern, mempertahankan bisnis keluarga bukanlah suatu hal yang mudah. Apalagi, bisnisnya sebagai produsen jamu.

produsen jamu
Google Image

Namun, PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul mampu bertahan selama hampir 66 tahun. Padahal, keberadaannya dalam kondisi masyarakat yang belum sepenuhnya menerima jamu sebagai obat herbal yang aman untuk kesehatan.

Didirikan sejak 1940, perusahaan yang dibangun Rachmat Sulistyo ini berawal dari industri rumah tangga di Yogyakarta. Saat itu, jamu tolak angin serbuk menjadi produk andalan yang paling banyak diminati masyarakat. Selang beberapa tahun, mereka mulai mendirikan perusahan di Semarang pada 1951.

Seiring perkembangannya, pengelolaan Sido Muncul kemudian diturunkan kepada generasi kedua dan ketiga. Produsen jamu itu tumbuh besar sebagai perusahaan jamu yang kini keuntungannya mencapai hampir Rp500 miliar.

“Kita ini perusahaan keluarga, kunci ini bisa jalan ya saling rukun dengan saudara dan keluarga. Kalau sudah rukun terus, untuk kreativitas itu mudah. Sudah itu saja yang harus dijaga untuk perusahaan keluarga,” ujar Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat saat memperingati ulang tahun Sido Muncul ke-66 di kutip dari CNN Indonesia, Selasa (14/11).

Ia mengatakan, empat tahun silam Sido Muncul memutuskan untuk Go Public, dimana sahamnya dijual secara terbuka kepada masyarakat. Perusahaan ini juga masuk dalam Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pengelolaan manajemen perusahaan Sido Muncul kerap mendapat sejumlah penghargaan. Terakhir, Sido Muncul menjadi salah satu dari 20 perusahaan terbaik versi Forbes.

“Saya datang sendiri meninjau pabriknya ini. Memang pengelolaannya bagus, dari bahan mentah sampai packing. Di BEI, keuangan Sido Muncul juga bagus, jadi penilaian Forbes itu benar,” jelas Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistyo.

Baca Juga:  Makanan Ini Bisa Stabilkan Gula Darah

Selain populer dengan Tolak Angin, Sido Muncul juga mengeluarkan produk lainnya seperti Kuku Bima, Tolak Angin Anak, Alang-Alang, Kopi Jahe, dan Kunyit Asam. Di luar produk jamu, Sido Muncul juga merambah bisnis lainnya seperti properti, perhotelan, resto, dan perbankan.