Program Bekerja, Keseriusan Pemerintah Mengurangi Kemiskinan Melalui Pertanian

Pertanianku — Di Jawa Timur, Kementerian Pertanian mengadakan program Bekerja yang bertujuan mengurangi kemiskinan serta menyejahterakan masyarakat lokal dengan pertanian. Salah satu program kerja Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dalam program Bekerja adalah pembagian ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB).

program bekerja
foto: pertanianku

Ayam KUB yang diberikan oleh Balitbangtan masih berupa day old chick (DOC), anak ayam berumur empat minggu dan unsexing. DOC ayam KUB dibagikan kepada 50 RTM (Rumah Tangga Miskin).

Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, sasaran dari program Bekerja ini adalah Rumah Tangga Miskin (RTM) yang dirilis berdasarkan data dari Keputusan Menteri Sosial Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin.

Loading...

DOC ayam KUB yang dibagikan diharapkan dapat menjadi modal awal bagi RTM untuk diternakkan hingga besar untuk dijual sehingga mampu memberikan mereka pemasukan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Distribusi bantuan Bekerja sudah dilakukan oleh Baitbangtan melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) di daerah Kabupaten Indramayu, Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat), dan Kabupaten Situbondo (Jawa Timur).

Tak hanya menyebarkan bantuan berupa DOC ayam KUB, Puslitbangnak bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu akan melaksanakan program untuk mengevaluasi perkembangan DOC yang dipelihara oleh masyarakat.

Program evaluasi tersebut bertujuan memonitor program ini akan berjalan dengan baik dan berhasil diimplementasikan untuk membantu masyarakat mengentaskan permasalahan kemiskinan. Jika program ini berjalan dengan baik, tak hanya angka kemiskinan yang dapat ditekan, tetapi dapat juga menangani permasalahan stunting yang kerap terjadi di Indramayu.

Pemkab Indramayu telah menerbitkan Perbup No. 12 Tahun 2019 untuk pengembangan Desa Bangkit (Pengembangan Kawasan Itik) yang akan diterapkan pada 2020. Melalui Perbup ini diharapkan dapat menjadikan Indramayu sebagai sentra peternakan itik di Jawa Barat. Pelaksanaan program ini akan menganut sistem program Bekerja yang sudah lebih dahulu dilakukan.

Baca Juga:  Kementan Tambah Jumlah Kuota Pupuk Subsidi untuk Tanggapi Keluhan Petani

Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh pemerintah ialah bekerja sama dengan beberapa produsen dan eskportir untuk menampung hasil ternak masyarakat lokal, salah satunya adalah Karja. Karja merupakan pengusaha yang bergerak di bidang ekspor telur asin. Karja bersedia menampung telur itik yang dihasilkan oleh masyarakat.

Loading...
Loading...