Program Family Farming dan Pertanian Masuk Sekolah untuk Mengurangi Stunting

Pertanianku — Salah satu pekerjaan rumah bagi Indonesia adalah mengurangi stunting yang masih terjadi di beberapa daerah. Stunting merupakan permasalahan kekurangan gizi yang kerap dialami oleh anak sehingga anak mengalami hambatan dalam proses pertumbuhan.

mengurangi stunting
foto: ilustrasi pertanianku

Hingga kini pemerintah masih terus mengusahakan upaya untuk mengurangi stunting, seperti yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memulai gerakan bercocok tanam sebagai solusi mengatasi stunting di daerah yang rentan rawan pangan.

“Dalam catatan saya, daerah yang rawan pangan ada 17 provinsi dan terdiri dari 267 kabupaten di 900 kecamatan. Saya harus jamin di daerah rentan itu tidak (ada) stunting,” ujar Mentan seperti dikutip dari laman Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Loading...

Saat ini Kementerian Pertanian memiliki program Family Farming dan Pertanian Masuk Sekolah (PMS) yang sudah dilakukan di 727 kecamatan. Upaya ini diharapkan mampu menurunkan angka risiko stunting di daerah rawan pangan hingga mencapai 16 persen. Program tersebut mengajak para masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam bahan pangan yang bisa dikonsumsi.

“Dengan program Family Farming, kita bisa memanfaatkan halaman di sekitar rumah kita untuk bercocok tanam. Hal itu tentunya akan lebih higienis dan terjamin kesehatannya,” tutur Syahrul.

Sementara, program Pertanian Masuk Sekolah merupakan program strategis yang dibuat untuk menjami pertahanan kesehatan masyarakat. Selain itu, program ini juga bertujuan mengembangkan keahlian masyarakat untuk berkebun. Dengan begitu, masyarakat bisa menanam tanaman untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan bisa juga dijadikan sebagai ladang bisnis baru.

“Keahlian bertanam itu bisa menjadi sebuah aset di masa depan. Untuk itu, pogram PMS sangat penting dijadikan materi pembelajaran,” ujar Syahrul.

Baca Juga:  Ketersediaan Pangan Jelang Puasa dan Lebaran Dipastikan Aman

Langkah lain yang sedang dilakukan oleh Kementerian Pertanian adalah menetapkan target usaha tani pada 1.600 lokasi. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka stunting hingga 28 persen. Dalam melakukan usahanya mengurangi stunting, Kementan juga menggandeng berbagai lembaga negara terkait untuk sama-sama membangun komoditas pertanian untuk masa yang akan datang.

Kerja sama antarlembaga tersebut berupa program one health jaminan kesehatan manusia, hewan dan lingkungan, penyediaan pangan segar dan beragam pangan bergizi serta aman, serta pengentasan daerah rentan rawan pangan.

Loading...
Loading...