Proses Mengolah Talas Beneng Hingga Jadi Tepung


Pertanianku — Talas beneng merupakan salah satu jenis tanaman umbi-umbian berukuran besar yang hanya bisa ditemui di Kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Talas ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber pangan lokal seperti tepung. Proses mengolah talas beneng hingga menjadi tepung dilakukan dengan beberapa tahap.

Proses mengolah talas beneng
Foto: Google Image

Sebelum mengetahui proses pembuatan tepung dari talas beneng, mari mengenal talas jumbo ini terlebih dahulu. Sebutan “beneng” adalah singkatan dari “besar” dan “koneng” yang dalam bahasa Sunda memiliki arti “berwarna kuning” sesuai dengan warna talas yang satu ini.

Panjang talas beneng lebih dari 120 cm, tinggi sekitar 2—2,5 meter dan berat sekitar 42 kg. Sementara, ukuran lingkaran luar mencapai 50 cm dan memiliki daun raksasa sekitar satu meter.

Warga Pandeglang banyak memanfaatkan talas beneng untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta mengolahnya menjadi aneka produk yang meliputi produk kering, produk semibasah, dan basah. Akibat keterbatasan modal dan pengetahuan kebanyakan warga setempat hanya mengolah talas beneng menjadi keripik untuk menunjang perekonomian.

Padahal, selain keripik, talas beneng juga dapat diolah menjadi tepung untuk untuk membuat berbagai olahan makanan seperti brownis dan lain-lain. Ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan dalam pengolahan talas beneng menjadi tepung. Berikut tahapan-tahapan yang dimaksud.

  1. Pilih talas beneng yang benar-benar tua atau berumur sekitar 2 tahun untuk dipanen, lalu dipotong pendek sekitar 10—15 cm untuk mempermudah dalam mengupas kulit talas.
  2. Setelah kulitnya dikupas, talas beneng dipotong kecil-kecil untuk mempermudah dalam pengirisan.
  3. Kemudian, talas dicuci menggunakan air mengalir sampai benar-benar bersih lalu tiriskan selama beberapa menit. Di beberapa tempat, talas sebelum dikeringkan terlebih dahulu dilarutkan di air garam untuk menurunkan kadar oksalat.
  4. Setelah kering, talas diiris kecil-kecil menggunakan alat sederhana seperti alat pengukur kelapa biasa.
  5. Talas dijemur di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering. Pengeringan menggunakan matahari dapat menghemat biaya serta sebagai upaya pemanfaatan energi alami.
  6. Talas beneng yang sudah kering digiling menggunakan blender hingga halus tanpa dicampur dengan air.
  7. Untuk mendapatkan tepung yang baik, ayak tepung yang sudah diblender. Setelah itu, tepung talas beneng siap digunakan.
Baca Juga:  Cara Meracik Kotoran Sapi untuk Menghasilkan Biogas