Proses Pembesaran Belut pada Media Air Bening


Pertanianku – Pembesaran belut dengan media air bening juga tidak semertamerta hanya menebar benih pada media air bening. Air bening yang digunakan juga harus memenuhi syarat media yang cocok bagi pertumbuhan belut. Idealnya, air yang digunakan sebagai wadah pemeliharaan belut adalah memiliki suhu antara 25—28o C, tidak mengandung logam berat atau bahan kimia berbahaya, serta memiliki pH yang tidak lebih dari 7.

Proses Pembesaran Belut pada Media Air Bening

Sebelum benih ditebar, wadah yang akan digunakan harus disiapkan terlebih dahulu. Wadah yang digunakan biasanya berupa toren bekas atau kolam beton. Wadah harus diberi perlakuan terlebih dahulu agar benih yang baru ditebar tidak terlalu stres.

Benih yang akan ditebar diaklimatisasi terlebih dahulu, jangan langsung dimasukkan ke dalam media pembesaran. Hal itu dapat mengakibatkan stres. Proses aklimatisasi dilakukan dengan menempatkan benih ke dalam media air berlumpur selama kurang lebih dua minggu. Selama itu, media lumpur dikurangi sedikit demi sedikit sampai akhirnya media bening seluruhnya.

Setelah media dan wadah telah siap, selanjutnya adalah melakukan penebaran benih pada wadah dan media yang telah disiapkan. Proses penebaran dilakukan secara hati-hati dengan menggunakan wadah yang bagian dalamnya bertekstur halus agar tidak melukai benih saat tebar. Padat tebar dapat dimaksimalkan menjadi 50 kg/m3.

Proses pemeliharaan pada media air bening harus tetap memperhatikan kenyamanan belut, terutama sinar matahari. Hal ini mengingat belut merupakan hewan nokturnal yang cenderung tidak terlalu suka cahaya. Oleh karena itu, perlu diberikan tempat berlindung bagi belut. Tempat berlindung itu dapat berupa pelepah pisang (yang masih segar dan basah), eceng gondok, atau kambangan.

Eceng gondok atau kambangan selain berfungsi untuk pelindung juga berguna sebagai penetralisir air, penyerap racun, penyuplai oksigen, serta menyediakan zat hara yang menguntungkan bagi belut. Untuk menunjang pertumbuhan belut, pakan juga harus mendapatkan perhatian utama, terutama kandungan nutrisinya serta jumlah dan waktu pemberiannya yang tepat.

Biasanya pakan diberikan pada sore hari karena belut cenderung suka mencari makan pada malam hari. Beberapa pakan yang biasa diberikan pada media air bening sebagian besar sama seperti pada media lumpur, yaitu ikan-ikan kecil (cere), kecebong, serangga kecil (laron/rayap), keong mas, cacing, belatung, dan ayam yang dibakar.

Pakan buatan yang bisa diberikan pada belut adalah pelet. Pelet tidak bisa langsung diberikan, tetapi harus dibiasakan. Caranya adalah dengan memuasakan belut selama dua hari. Selama dua hari belut akan lapar karena tidak makan. Pada hari ketiga pelet bisa diberikan.

 

Sumber: Buku Budidaya belut dan Sidat