Proses Penetasan Telur Ayam Buras Secara Alami

PertaniankuTelur ayam buras secara alami akan menetas setelah dierami oleh induk betina. Namun, banyak peternak ayam buras yang menggunakan induk lain untuk menggantikan posisi induk ayam buras betina, seperti kalkun, itik manila, atau entok. Induk-induk tersebut memiliki sifat mengerami ketika sudah siap mengeram.

telur ayam buras
foto: Pertanianku

Sebelum memulai proses penetasan telur secara alami, Anda perlu menyiapkan sarang pengeraman. Bentuk sarang pengeraman yang digunakan dapat memengaruhi daya tetas telur. Berdasarkan penelitian, sarang yang berbentuk kerucut dan terbuat dari anyaman bambu dapat menghasilkan daya tetas telur yang relatif tinggi sekitar 84 persen, sedangkan sarang berbentuk kotak hanya sekitar 69,23 persen.

Anda dapat membuat sarang berbentuk kerucut dengan diameter 40 cm dan kedalaman 20 cm. Sarang dibuat dari kotak papan atau keranjang yang diberi alas jerami atau rumput kering, kemudian ditata rapi. Setelah itu, alas ditaburi tembakau secara merata supaya terhindar dari hama, seperti kutu atau binatang kecil lainnya. Sarang untuk mengeram sebaiknya dibuat berukuran 35 cm × 30 cm.

Sarang yang sudah siap diletakkan di tempat yang teduh dan aman dari gangguan binatang lain atau cuaca yang kurang baik. Dengan demikian, daya tetas telur tetap terjaga.

Penetasan telur secara alami lebih menguntungkan dengan menggunakan entok betina dibanding induk lain. Pasalnya, entok mampu menetaskan telur hingga tiga periode secara berkesinambungan. Selama pengeraman, telur-telur diperiksa sebanyak tiga kali untuk mengetahui fertilitas (kesuburan) telur.

Pemeriksaan pertama dilakukan pada hari ke-5 sampai ke-7 pengeraman, kedua dilakukan pada hari ke-14, dan ketiga dilakukan pada hari ke-18. Perkembangan embrio dapat diperiksa dengan meneropong telur menggunakan gulungan kertas di tempat yang terang atau dengan menggunakan lampu.

Baca Juga:  Faktor-faktor yang Memengaruhi Ayam Mengonsumsi Pakan

Telur-telur yang tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan harus segera dibuang karena akan membusuk serta akan mengeluarkan gas amoniak dan karbondioksida yang dapat membahayakan pertumbuhan embrio hidup di sekitarnya. Setelah telur menetas, induk dan anakan dikeluarkan dari sarang dan dipindahkan. Sarang segera dibersihkan, lalu jerami atau rumput-rumput yang telah digunakan dibakar.