Proses Pengairan pada Tanaman Cabai


Pertanianku – Dalam pengusahaan komoditas pertanian apapun, air merupakan hal yang terpenting. Kecukupan air, terutama air bersih, akan meningkatkan pertumbuhan, perkembangan dan produksi cabai keriting. Kekurangan air akan menyebabkan pertumbuhan terhambat, bahkan kematian tanaman jika tanaman sudah mencapai titik layu permanen. Pada fase generatif, kekurangan air dapat menyebabkan bunga rontok sehingga akan menurunkan produksi buah cabai keriting.

Pemilihan Lahan Cabai yang Baik

Meskipun demikian, air juga tidak boleh diberikan secara berlebihan karena justru akan menghambat pertumbuhan tanaman cabai keriting. Kelebihan air juga akan meningkatkan risiko tanaman terserang berbagai macam penyakit terutama cendawan. Pemberian air yang baik adalah rutin hingga tanah cukup basah, tetapi dibarengi dengan sistem drainase dan aerasi lahan yang baik sehingga air tidak akan terjebak atau tergenang di lahan pertanaman.

Pada aeral pertanaman yang luas, sistem leb efektif untuk digunakan. Sistem leb adalah dengan menggenangi tanaman sampai tanahnya basah dan segera dikeringkan kembali. Kelebihan teknik ini adalah mampu mendistribusikan pupuk dengan baik ke aeral perakaran. Namun, perlu diingat bahwa sistem ini juga lebih berisiko untuk menularkan bakteri dan penyakit dibandingkan dengan teknik penyiraman per individu tanaman seperti teknik drip. Catatan lain adalah sistem drainase lahan juga harus baik agar tanaman tidak terlalu lama tergenang.

 

Sumber: Buku Cabai Kualitas Premium

 

Baca Juga:  Umbi Bawang Merah Berukuran Besar, Ini Rahasianya!