Proses Perkawinan Kelinci


Pertanianku – Aktivitas kelinci umumnya berlangsung pada malam hari. Oleh karena itu, perkawinan pun sebaiknya dilakukan pada malam hari. Namun demikian, perkawinan juga bisa dilakukan pada pagi atau sore hari. Pada saat itu, suhu udara masih sejuk dan merupakan saat terbaik untuk aktivitas kelinci.

Proses Perkawinan Kelinci

 

Sebelum dikawinkan, pastikan kondisi induk dalam keadaan sehat dan fit. Induk yang pertama kali dikawinkan harus sudah dewasa kelamin dan bobot badan minimalnya tercapai. Pejantan yang baru pertama kali dikawinkan sebaiknya dikawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak.

1. Pengawinan dalam kandang koloni

Idealnya, seekor pejantan mampu melayani 10 ekor betina. Perkawinan secara alami umumnya dilakukan dalam kandang koloni. Idealnya, dalam satu kandang koloni berisi lima ekor betina dan seekor pejantan. Tidak dibenarkan dalam satu kandang ada dua pejantan. Jika hal ini terjadi, keduanya akan berkelahi sampai salah satunya luka dan cacat seumur hidup. Kecenderungan yang dirusak dalam perkelahian tersebut adalah testis lawannya sehingga tidak berfungsi.

2. Perkawinan dalam kandang baterai

Dalam pemeliharan sistem kandang baterai, antara pejantan dan betina cenderung terpisah satu sama lain. Pejantan dikawinkan 1—2 kali seminggu. Cara mengawinkannya dapat dilakukan dengan memasukkan kelinci betina ke dalam kandang pejantan. Jika betina ditolak, ganti dengan pejantan lain sampai diperoleh pasangan yang cocok. Betina yang tidak cocok dengan pejantan cenderung akan menyerang pejantan dengan garang.

Perkawinan kelinci di kandang baterai. Bisa dilakukan dengan memasukkan betina ke kandang pejantan Jika antara betina dan pejantan cocok, ketika betina dimasukkan ke dalam kandang, pejantan akan menciumi mulut, hidung, dan alat kelamin betina sambil melompat-lompat dan berputar-putar. Kadang-kadang tingkah tersebut juga disertai dengan suara mendengus. Betina yang suka dan siap kawin akan segera mengangkat pantat, melipat ekornya ke atas, dan berdiam diri menanti untuk dinaiki oleh pejantan. Betina tidak akan menolak tubuhnya dinaiki pejantan untuk dikawini. Bila pejantannya aktif, perkawinan segera berlangsung.

Baca Juga:  Kandungan Gizi pada Daging Bebek Ini Bikin Takjub

Perkawinan akan berakhir dengan ditandainya pejantan jatuh terguling di samping betina. Bila hal itu sudah terjadi, pindahkan kembali betina ke kandang asalnya.

3. Perkawinan bantuan

Jika jumlah pejantan terbatas, hanya satu ekor misalnya, perkawinan bisa dibantu dengan memegang kelinci betina. Idealnya, perkawinan dilakukan jika betina sedang berahi. Jika betina tidak berahi, bisa disiasati dengan membuatnya berahi dan mau dikawini oleh pejantan. Caranya dengan menggelitik (diketuk-ketuk dengan jari) vulva betina sampai pantatnya diangkat dengan sendirinya. Saat inilah betina siap dikawinkan oleh pejantan. Dekatkan pejantan dan biarkan pejantan tersebut mengembus- embus, menaiki, dan mengawini induk betina. Setelah kawin, biarkan kelinci betina tetap dipegang dahulu selama lima menit. Hal ini untuk menahan agar kelinci betina tidak kencing. Jika betina kencing sesudah dikawini, ada kecenderungan perkawinan gagal karena sperma terbawa keluar bersama air kencing.

Sumber: Buku Kelinci Potong