Proses Seleksi Pada Ternak Ayam


Pertanianku – Seleksi adalah memilih ayam untuk tujuan tertentu. Seleksi dibagi dua, yaitu grading dan culling. Grading adalah mengelompokkan ayam sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan ukurannya. Tujuannya agar ayam menjadi seragam karena seleksi akan membatasi persaingan dalam mendapatkan pakan. Dengan demikian, ayam besar maupun yang lebih kecil mendapatkan pakan yang proporsional. Dalam pemeliharaan pullet, keseragaman menentukan kualitas pullet dan keseragaman yang baik harus lebih dari 85%. Artinya, dari 100 ekor minimal terdapat 85 ekor ayam yang berat badannya lebih dari 10% terhadap standar. Semakin seragam pullet, produksi telur akan semakin tinggi.

Penanggulangan Penyakit Ayam Lokal Pedaging Unggul

Culling adalah “memusnahkan” ayam-ayam yang secara teknis tidak dapat tumbuh dengan baik dan menghambur-hamburkan pakan. Bahkan, jika dipelihara terus dapat mengakibatkan pembengkakan FCR serta memicu timbulnya penyakit tertentu yang berakibat sangat fatal. Jangan merasa “sayang kalau dibuang atau kasihan” karena justru menjadi bom waktu yang tiap saat dapat meledak. Solusi yang mungkin lebih bijak untuk masalah ini adalah mengeluarkan ayam yang bermasalah jauh dari kandang dan dipelihara tersendiri oleh orang lain yang sama sekali tidak terlibat usaha peternakan pullet. Berikut kriteria ayam yang harus di-culling.

  1. Ciri-ciri fisik meliputi lemah, lesu, dehidrasi (kaki kering), red hock, cacat (paruh/ kaki), wet vent (kotoran menempel dan nampak basah di dubur), panting (megap-megap), serta tortikolis (kepala berputar).
  2. Dari standar berat badannya. Culling dapat dilakukan sejak DOC datang sampai maksimal 14 hari bila berat badannya sangat ekstrim, yakni lebih dari 60% di bawah standar. Perlakuan culling lebih dari umur 14 hari akan berpengaruh terhadap FCR karena ayam sempat mengonsumsi pakan.
  3. Seleksi paling efektif adalah pada saat vaksinasi tetes karena sudah bisa diketahui pertumbuhan DOC. Selanjutnya, seleksi dilaksanakan bertahap dan sudah harus selesai saat vaksinasi cacar.
Baca Juga:  Daging Kambing Penyebab Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?

 

Sumber: Buku Bisnis Pembesaran Pullet