Prospek Bisnis Buah Anggur Asal Brazil


Pertanianku – Apakah Anda pernah mendengar atau mengetahui buah bernama jaboticaba? Buah ini mungkin tidak familiar di Indonesia, karena memang buah ini berasal dari Brazil. Sebagai informasi, di Brazil sendiri, nilai jual buah ini sangat tinggi. Buah yang dikenal dengan nama anggur brazil ini telah ada di Indonesia. Bahkan, beberapa orang telah membudidayakannya.

Anggur brazil ini pertumbuhan pohonnya sangat lambat dan juga harus dibudidayakan melalui biji sehingga harga bibitnya cukup mahal. Meski demikian, prospek budidayanya cukup bagus jika dikembangkan.

Jaboticaba adalah tanaman yang buahnya menempel pada batang. Berbentuk bulat, berwarna ungu gelap kehitaman dengan diameter 3—4 cm. Daging buahnya berwarna putih dengan rasa manis sedikit asam. Ada yang mengatakan rasa buah ini lebih mirip rasa buah anggur, bahkan lebih nikmat. Selain lezat untuk sajian buah segar, jaboticaba juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Buah ini kaya anti-oksidan bahkan termasuk buah yang dikategorikan sebagai antikanker. Kulit buahnya juga bisa dijadikan sebagai obat anti-asma dan batuk berdarah.

Tanaman yang berasal dari Brazil selatan itu sebetulnya merupakan tanaman dataran tinggi sehingga cocok ditanam di daerah yang banyak curah hujannya. Namun, anggur brazil ini bisa ditanam di dataran rendah asalkan diperhatikan kelembapannya. Yang terpenting, pasokan air selalu tersedia dengan menyiram dua kali sehari. Perlu diketahui, jika Anda tertarik membudidayakannya, disarankan untuk selalu membasahi batang tanamannya agar kulit batang terkelupas sehingga dapat mempercepat proses pembungaan dan pembuahan.

Ketika tanaman telah berbunga, perawatan yang perlu dilakukan hanya menyiram bagian akar dan daunnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadi kerontokan bunga. Meskipun pemeliharaannya mudah dan relatif aman dari gangguan hama dan penyakit, perbanyakan bibit tanaman ini agak sulit.

Baca Juga:  Susah BAB Akibat Kebanyakan Makan Salak, Mungkinkah?

Kebanyakan kolektor menanam dari biji yang tentunya membutuhkan waktu lama, sedangkan dengan stek atau cangkokan keberhasilannya masih rendah. Di Brazil buah ini biasanya mulai berbunga pada umur 3—4 tahun, sedangkan di sini (Indonesia) beberapa kolektor bisa membuahkan tanaman ini pada umur 2 tahun. Tanaman ini terbilang rajin berbuah. Dalam setahun, anggur brazil ini bisa dua-tiga kali berbuah. Semakin dewasa tanaman ini, akan semakin lebat buahnya. Jika ditanam di daerah dataran tinggi siklus berbuahnya akan lebih panjang.

Melihat potensi pasar yang masih terbuka, tampaknya buah ini berpeluang dikembangkan dalam skala besar. Bagaimana, tertarik untuk mengembangkannya?

loading...
loading...