Prospek Pembudidayaan Walet yang Bagus


Pertanianku – Sarang walet dapat diolah menjadibermacam-macam masakan, misalnyasup. Rasa sup sarang walet sangat enak, terutama jika dimakan dalam kondisi hangat. Sup ini sangat populer. Di restoran Cina, sarang burung dikenal dengan nama ”yen-ou”. Selain dimasak tunggal, sarang walet juga bisa dimasak dengan campuran sayuran. Konon, pada zaman dahulu ketika sarang walet baru dikenal di Cina, masakan ini merupakan simbol kemewahan yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan bangsawan dan penghuni istana saja.

Prospek Pembudidayaan Walet yang Bagus

Jika sarang walet sudah sangat dikenal masyarakat, ternyata hal sebaliknya terjadi pada walet yang dapat membuat sarangnya sendiri melalui air liur. Walet kurang dikenal masyarakat umum. Banyak orang yang tidak tahu bentuknya, jenis makanannya, dan sifat-sifatnya. Hal yang diketahui masyarakat mengenai walet adalah burung liar yang bersarang di tempat-tempat terpencil. Memang, walet sebenarnya adalah burung penghuni gua. Gua-gua walet banyak ditemukan di Indonesia, antara lain yang terkenal di daerah Kebumen (Gua Karang Belong, Gua Pasir, dan Gua Karang Duwur) serta daerah Gunung Kidul (Gua Ngungap, Gua Serah, Gua Nampu,Gua Suka Rarap, dan Gua Parangkaan).

Lokasi tempat gua walet juga terdapat di Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Bali, dan Sulawesi Selatan. Namun, diduga bahwa walet tersebar merata di seluruh daerah di Indonesia karena kondisi alamnya yang cocok. Sarang walet dibangun di langit-langit gua yang lokasinya sulit dicapai manusia. Para pemetik sarang walet mempertaruhkan nyawanya untuk mencapai gua lokasi walet. Dilihat dari sulitnya usaha untuk mendapatkan sarang burung ini, wajar jika harga sarang walet selangit.

Kini, kelestarian habitat walet yang asli di gua-gua banyak terancam. Pemetikan sarang walet yang terus-menerus dan lokasi gua yang dirasa tidak aman lagi membuat jumlah walet penghuni gua berkurang. Akibatnya, sarang walet yang bisa dipanen dari alam semakin lama semakin berkurang. Bahkan, ada beberapagua yang dahulu terkenal dihuni walet, sekarang ditinggalkan tanpa seekor walet pun. Kasus seperti ini pernah terjadi di Kalimantan Timur. Beberapa gua rusak akibat penambangan batu bara sehingga waletnya kabur ke kota lain. Tampaknya sulit untuk tetap mengandalkan sarang walet dari gua alam.

Baca Juga:  Mudahnya Budidaya Ikan Cupang

Apalagi jika kita hendak mendapatkan sarang walet dalam jumlah banyak secara kontinu. Keadaan ini menyebabkan pasaran sarang walet sangat tergantung pada hasil yang dikumpulkan oleh pemetik. Padahal, rata-rata pedagang pengumpul atau eksportir bersedia membeli sarang walet dalam jumlah berapa pun karena harganya yang relatif tinggi, terutama di pasaran luar negeri.

Di beberapa tempat, orang sudah mulai membudidayakan walet dengan cara ”dirumahkan”. Cara ini banyak dilakukan, terutama di Pulau Jawa. Rumahrumahwalet dapat ditemukan di daerah Pasuruan, Gresik, Tuban, Lasem, Rembang, Blora, Cepu, Semarang, Sukorejo, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Cirebon, Indramayu, Karawang, Bekasi, Tambun, dan Tangerang.

Dengan budi daya walet, produksi walet mampu ditingkatkan. Hal ini terkait dengan adanya penyediaan pakan tambahan dan kondisi mikroklimat yang sesuai dengan yang diinginkan oleh walet. Selain itu, kualitas sarangpun lebih bagus dibandingkan dengan sarang walet gua. Selain bersih, cara pemanen juga sangat berpengaruh pada kuaitas sarang walet. Dengan memanen sarang yang telah siap panen, ukuran besar dan kualitasnya akan terjaga.

 

Sumber: Buku Panduan Lengkap Walet

loading...
loading...