Gawat, Puluhan Hektar Padi Terancam Gagal Panen!


Pertanianku – Akibat musim kemarau berkepanjangan, lebih dari puluhan lahan padi warga di Desa Nanga Baras di Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur terancam gagal panen.

Puluhan Hektar Pagi Terancam Gagal PanenPadi yang ditanam di lahan kering di wilayah ini gagal berbunga lantaran hujan yang tak kunjung turun. Sebagian batang daun dan batang padi mulai kering akibat panasnya sinar matahari.

Para petani mengaku anomali cuaca pada musim tanam kali ini merupakan yang terburuk dibandingkan sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan tingkat curah hujan yang tidak menentu di luar perkiraan petani.

Menurut warga, biasanya bulan Maret pada musim tanam sebelumnya hujan masih mengguyur sehingga padi yang ditanam di lahan kering tersebut ditargetkan dapat berhasil.

Markus memperkirakan hampir semua lahan padi milik warga di desa tersebut terancam gagal panen. “Kami sangat sedih dengan kondisi ini. Padahal kami sudah mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk mengolah lahan kering ini agar bisa ditanami padi. Kali ini kami mengalami bencana kelaparan hebat.”

“Ini yang terburuk. Semua padi di lahan kami kering akibat hujan tak kunjung datang. Ini di luar dari biasanya. Kami gagal panen, Pak,” ungkap Markus Abu, salah seorang petani asal Sambi Mese, Desa Nanga Baras seperti dikutip dari Jitunews, Rabu (30/3).

Abraham Sapa, Kepala Desa Nanga Baras mengaku, tidak hanya padi yang terancam gagal panen, tetapi berbagai tanaman pertanian lain pun ikut kering lantaran kemarau panjang selama beberapa bulan terakhir ini. “Secara otomatis, tanaman lain di lahan kering seperti jagung Solor dan sayuran juga ikut gagal panen,” kata Abraham.

Melihat kondisi tersebut, Abraham mengharapkan pemerintah terutama Pemkab Matim untuk melihat langsung segala kerugian yang diderita warga akibat musim kering tersebut.

loading...
loading...