Puluhan Ribu Ekor Spat Kerang Dilepaskan KKP di Perairan Lombok

0

Pertanianku – Spat kerang merupakan hasil pembenihan buatan yang dilakukan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok. Belum lama ini, setidaknya lebih dari 15.000 spat kerang mutiara jenis pinctada maxima dilepaskan ke perairan sekitar Gili Kondo, Desa Padak Guar, Sambalia, Lombok Timur.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang secara khusus diberi tanggung jawab untuk pemuliaan induk dan pengembangan kerang mutiara di Indonesia. Kedua UPT tersebut, yaitu BPBL Lombok dan Balai Pemuliaan Induk Udang dan Kekerangan (BPIUK) Karangasem, Bali.

Kegiatan pelepasan puluhan ribu ekor spat kerang mutiara tersebut melibatkan kelompok masyarakat lokal yang tergabung dalam Komite Pengelolaan Perikanan Laut (KPPL) kawasan Sambelia.

KPPL adalah suatu komite yang merupakan kumpulan dari anggota masyarakat pantai yang terdiri atas tokoh agama, tokoh adat, nelayan, pembudidaya ikan dan pihak terkait lainnya yang dibentuk secara swadaya sebagai bagian dari peran partisipatif masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya alam kelautan dan perikanan.

Peran serta kelompok masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam memberikan edukasi dalam upaya pengawasan kelestarian sumber daya kerang mutiara, apalagi di Pulau Lombok sangat kental dengan aturan lokal yang bisa diberdayakan sebagai instrumen konservasi SDA kelautan dan perikanan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengatakan restocking merupakan upaya yang sangat krusial dan mendesak dilakukan saat ini untuk menjaga keseimbangan stok kerang mutiara di alam. Apalagi, saat ini mulai terjadi penurunan ketersediaan induk kerang mutiara di alam akibat penangkapan yang over exploitative.

Namun, menurutnya, banyak perusahaan pembenih mutiara yang mulai kesulitan mendapatkan sumber induk di alam, dan tentunya ini sangat mengkhawatirkan bagi keberlanjutan bisnis mutiara di Indonesia.

Padahal, perairan Indonesia, khususnya Pulau Lombok dikenal dunia sebagai habitat asli kerang mutiara jenis pinctada maxima yang terkenal di mancanegara dengan sebutan The Queen of Pearl atau Ratunya Mutiara.

Lebih lanjut, Slamet mengatakan bahwa KKP juga akan mendorong unit-unit pembenihan kerang mutiara milik swasta untuk melakukan hal serupa di seluruh perairan potensial di Indonesia. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab kompensasi jasa lingkungan yang harus dipenuhi.

“Budidaya ini adalah satu-satunya penyangga sumber daya kelautan dan perikanan, ke depan tidak bisa terus-menerus mengandalkan eksploitasi sumber pangan dari alam,” tambahnya.

Beberapa waktu yang lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, meminta agar kegiatan restocking menjadi program prioritas untuk menjamin keberlanjutan sumber daya perikanan Indonesia. Menurutnya, saat ini terjadi fenomena kelangkaan induk beberapa spesies ikan ekonomis sehingga perlu upaya mengantisipasi hal ini.

loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here