AS Punya Apel Hasil Rekayasa Genetik


Pertanianku — Daging buah apel mudah berubah warna menjadi cokelat setelah dipotong atau diiris. Hal tersebut membuat orang enggan makan apel sekalipun menyehatkan dan cocok untuk diet.

buah apel
Pexels

Daging buah apel akan berubah warna jadi cokelat karena adanya aktivitas sel perusak yang disebut polifenol oksidase (PPO).

Ketika sel apel rusak karena dipotong, digigit, atau dilukai, enzim polifenol oksidase (PPO) memulai reaksi kimia yang mengubah daging buah menjadi cokelat. Kecepatan apel berubah warna jadi cokelat ini berbeda-beda tergantung tingkat PPO-nya.

Untuk mencegah apel berubah warna, cara paling mudah ialah dengan memberikan air jeruk lemon atau jeruk nipis ke potongan apel. Namun, kini Anda tak perlu lagi menambahkan jeruk nipis ke potongan apel karena para ahli menciptakan varian apel yang tak akan berubah warna.

Arctic apple atau apel artik adalah apel rekayasa genetika pertama dunia yang diklaim tak akan berubah menjadi cokelat setelah dipotong atau diiris. Apel ini dikembangkan oleh perusahaan Kanada Okanagan Specialty Fruits. Daging apel artik ini diklaim akan mempertahankan warna segarnya sampai beberapa hari setelah dipotong.

Presiden Okanagan, Neil Carter dan istrinya, Louisa menghabiskan waktu 20 tahun untuk mengembangkan apel artik. Tujuannya, mengurangi limbah apel. Mereka mulai menanam pohon apel pertamanya dari varietas golden delicious dan granny smith pada 2003 lalu.

Sejak saat itu, bertahun-tahun mereka menguji buah yang dimodifikasi secara genetik untuk memastikan apelnya tidak menimbulkan risiko kesehatan atau lingkungan. Menurut bukti yang mereka sampaikan ke Departemen Pertanian AS, apel artik sama seperti apel konvensional. Hanya saja, tanpa perubahan warna daging buah menjadi cokelat.

Dikutip dari Oddity Central, apel artik memiliki PPO yang lebih sedikit dan membuat daging buahnya tak berubah menjadi cokelat, tapi pohonnya sama seperti pohon apel lainnya.

Baca Juga:  Buah Delima Simbol Cinta dan Kesuburan

Buah apel artik ini sama sehatnya dengan apel lainnya dan tak punya protein baru. Meskipun buah arctic granny punya nutrisi yang sama dengan granny smith, varietas apel artik ini tidak memiliki reaksi berubah warna menjadi cokelat.

Dalam penelitian, Carter dan istrinya mengindentifikasi empat gen yang bertanggung jawab untuk produksi PPO. Mereka pun melakukan rekayasa genetika untuk ‘membungkam’ gen tersebut dan menekan produksi PPO. Mereka mengklaim bahwa PPO yang dihasilkan apel sama sekali tak ada gunanya, selain membuat orang harus memakan apel iris secepatnya.

loading...
loading...