Pupuk Anorganik vs Pupuk Organik, Lebih Unggul Yang Mana?


Pertanianku – Pupuk anorganik merupakan golongan agrokimia. Dalam perkembangannya, saat ini muncul kontroversi penggunaan bahanbahan agrokimia (pupuk dan pestisda). Pada satu sisi, bahan-bahan agrokimia diperlukan untuk meningkatkan dan mempertahankan produksi pangan. Akan tetapi, di sisi lain bahan-bahan tersebut telah menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia, lingkungan, dan kelestarian hayati. Intensifikasi produksi pangan tidak dapat dilakukan semena-mena hanya mengandalkan pupuk anorganik dan pestisida kimia tanpa batas.

Pupuk Anorganik vs Pupuk Organik

Pengelolaan pemupukan dan penggunaan pestisida telah menjadi buah bibir pertanian dunia, terutama dampaknya bagi kehidupan dan lingkungannya. Untuk itu, perlu segera dilakukan pembatasan penggunaanya. Sebenarnya aturan mengenai cara pengelolaan pertanian dengan baik dan benar (good agriculture practices) sudah ada. Namun, belum dilaksanakan secara maksimal. Padahal, ini merupakan salah satu kunci menuju pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan mencukupkan kebutuhan pangan.

Dari sisi industri pupuk, kekacauan industri pupuk nasional tampaknya akan berlangsung dalam waktu lama. Walaupun telah dilakukan upaya revitalisasi pabrik pupuk, bahan baku gas tetap menjadi kendala bagi kelangsungan tersedianya pupuk murah. Kondisi seperti ini seharusnya segera diantisipasi sehingga untuk penyediaan pupuk alternatif yang kompetitif menjadi prioritas utama. Penyediaan pupuk alternatif akan menjadi prioritas utama dan berarti bagi penyediaan bahan pangan jika didukung oleh kebijakankebijakan pemerintah yang jelas. Hal ini telah dicontohkan di beberapa negara Eropa dan Australia yang mempunyai target pembatasan penggunaan bahan agrokimia sampai 50%. Dengan demikian, hal ini mendorong tumbuh kembangnya industri pupuk alternatif, seperti pupuk organik dan pupuk hayati, yang tentunya disertai pula dengan regulasi pasar yang rasional.

 

Sumber: Buku Petunjuk Penggunaan Pupuk Organik

Baca Juga:  Kementan Bangun Kawasan Pertanian Modern Serpong
loading...
loading...