Pupuk Dasar yang Dibutuhkan oleh Tanaman Tomat

Pertanianku — Ada banyak rangkaian kegiatan yang perlu Anda lakukan sebelum budidaya tanaman tomat. Mulai dari memilih lokasi bertanam yang cocok, pengolahan lahan, hingga menyemai benih. Pilihlah lokasi yang memiliki tanah gembur, mengandung sedikit pasir, dan banyak bahan organik. Setelah menemukan lokasi dengan kriteria tersebut, Anda dapat langsung mengolah lahan dengan membajaknya dan memberikan pupuk dasar.

pupuk dasar
foto: unsplash

Pupuk dasar berguna meningkatkan kesuburan lahan. Dengan begitu, tanaman yang akan dibudidayakan tumbuh dengan subur dan optimal. Setelah diberikan pupuk dasar, tanah perlu didiamkan terlebih atau dijemur di bawah sinar matahari selama beberapa hari. Hal ini berguna untuk membunuh hama dan penyakit.

Petani dapat menggunakan pupuk organik atau pupuk anorganik sebagai pupuk dasar. Tiap jenis pupuk tersebut memiliki kandungan hara yang berbeda-beda sehingga Anda perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan dan luas area lahan yang dimiliki.

Pupuk organik

Pupuk organik yang cukup bagus untuk digunakan adalah pupuk kandang ayam. Pupuk organik ini memiliki kandungan hara yang lebih baik dari domba, sapi, dan kuda. Dosis pupuk kandang yang sering digunakan untuk tomat adalah 1,5 kg/tanaman. Pupuk kandang diaduk merata dengan tanah bedengan.

Pemberian pupuk organik dilakukan bersamaan ketika pengapuran. Selanjutnya, lahan didiamkan selama 1–2 minggu. Kandungan hara di dalam pupuk kandang terbilang lebih sedikit dibanding pupuk buatan. Itu sebabnya Anda perlu menambahkan pupuk buatan sebagai pupuk dasar.

Pupuk buatan

Pupuk buatan yang diberikan sebagai pupuk dasar adalah 650 kg/hektare ZA, 250 kg/hektare Urea, 500 kg/hektare TSP atau SP-36, dan 400 kg/hektare KCl. Pupuk tunggal tersebut dicampur secara merata dan diaplikasikan pada bedengan yang telah dibuat. Selain pupuk tunggal, dapat pula diberikan pupuk majemuk NPK 15:15:15 sebanyak 700 kg/hektare.

Baca Juga:  Keunggulan Kakao Masamba

Tiap 100 kg pupuk NPK dicampurkan dengan 1,5 kg Furadan. Pupuk dasar tersebut diberikan sebanyak 200 gram/m2. Campuran ini disebar dan diaduk merata di bedengan. Sambil dirapikan, bedengan diratakan kembali. Selanjutnya, bedengan disiram dengan air dan siap dipasang mulsa plastik hitam perak.