Pupuk Kandang yang Cocok untuk Tanaman Cabai

Pertanianku — Pada saat pengolahan tanah Anda perlu melakukan pemupukan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pemupukan sering dilakukan bersamaan dengan pengapuran. Pupuk kandang dipilih sebagai pupuk dasar karena dapat memperbaiki sifat fisik tanah karena aktivitas biologi yang berasal dari bahan organik.

pupuk kandang
foto: pertanianku

Sifat-sifat fisik tanah yang dapat diperbaiki oleh pupuk organik ini adalah tekstur, struktur, porositas tanah, dan daya ikat air.

Namun, pemberian pupuk kandang tidak boleh dilakukan sembarangan, pupuk yang Anda gunakan harus sudah matang dan dalam jumlah yang tepat agar pupuk dapat bekerja maksimal. Pupuk yang belum matang atau proses fermentasi belum berjalan sempurna malah akan menyebabkan tanaman dan tanah sengsara. Sementara itu, jumlah pupuk yang diberikan sebanyak 3,3–5 kg/m2.

Proses fermentasi pupuk dapat dipercepat dengan menggunakan bakteri Bacillus subtilis. Pupuk yang sudah matang memiliki ciri-ciri tidak panas saat tangan dimasukkan ke tengah-tengah gundukan pupuk, tidak mengeluarkan bau yang menyengat, dan wujud fisiknya sudah menyerupai tanah tetapi warnanya cenderung agak kehitaman.

Untuk lahan baru berpasir dan tidak berpasir, membutuhkan pupuk organik sebanyak 20–30 ton per hektare. Sementara itu, untuk lahan lama jumlah pupuk yang dibutuhkan sebanyak 20 ton per hektare.

Setelah pupuk diberikan, bedengan dikeringkan selama dua minggu hingga siap untuk digunakan bertanam cabai.

Jenis pupuk kandang cukup beragam berdasarkan bahan utamanya. Anda bisa memilih pupuk sesuai dengan jenis hewan ternak yang berada di sekitar lahan. Hal ini berguna untuk mengefisiensikan biaya, tenaga, dan waktu. Umumnya, kotoran ternak yang diolah menjadi pupuk adalah kotoran sapi, kambing, kuda, dan ayam. Tiap kotoran ternak memiliki kadar unsur hara yang berbeda-beda.

  • Kotoran sapi: unsur hara N (0,29 persen), P2O5 (0,17 persen), K2O (0,35 persen).
  • Kotoran kambing: unsur hara N (0,55 persen), P2O5 (0,35 persen), K2O (1,00 persen).
  • Kotoran kuda: unsur hara N (0,44 persen), P2O5 (0,25 persen), K2O (0,55 persen).
  • Kotoran ayam: unsur hara N (1,70 persen), P2O5 (1,90 persen), K2O (1,50 persen).
Baca Juga:  Budidaya Sawi Organik di Pekarangan Rumah