Pupuk Organik Dari Limbah Tulang Ikan

0

PERTANIANKU.COM – Pupuk organik selain terbuat dari yang sudah kita ketahui selama ini, seperti kotoran ternak dan kompos, ternyata juga bisa terbuat dari limbah tulang ikan. Sebagai pupuk organik, limbah tulang ikan mengandung protein yang tinggi. Protein ini sangat dibutuhkan tanaman. Tanaman sangat membutuhkan nutrisi lengkap, berupa unsur hara makro, unsur hara makro sekunder, dan unsur hara mikro. Semua nutrisi tersebut bisa dipenuhi oleh pupuk organik dari limbah tulang ikan. Pemberian pupuk organik merupakan sebuah usaha pemenuhan nutrisi yang dibuthkan tanaman. Pupuk organik dari limbah tulang ikan memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut.

tulang nila

  1. Oleh karena pupuk yang dihasilkan dari limbah tulang ikan merupakan pupuk organik, pupuk ini mengandng unsur hara yang lebih lengkap dibandingkan dengan pupuk anorganik.
  2. Harga jual pupuk organik dari limbah tulang ikan memiliki harga jual yang lebih kompetitif dibandingkan dengan produk pupuk impor.
  3. Bahan baku pupuk organik ini cukp melimpah karena limbah tulang ikan bisa didapatkan dari limbah hasil pengolahan ikan.
  4. Oleh karena berupa pupuk organik, penggunaan pupuk dari limbah tulang ikan bisa memenuhi konsep back to nature melalui pertanian organik.
  5. Pemberian pupuk organik dari limbah tulang pada tanaman hias dapat membat daun menjadi terlihat lebih mengilap, bunga lebih banyak, dan bisa bertahan lebih lama.

 

Selain keunggulan, pupuk organik dari limbah tulang ikan pun memiliki kelemahan. Apabila limbah tulang ikan ini dijadikan pupuk cair, akan menimbulkan bau busuk yang cukup menyengat dan bisa membuat kepala terasa pusing. Namun, hal ini sudah ada solusinya. Bau busuk pada pupuk organik cair bisa diatasi dengan menurunkan pH limbah cair, memberi aerasi, menambahakan bahan penyerap bau, dan menggunakan mikroba dekomposer yang dapat mengubah senyawa yang menimbulkan bau.

Penurunan pH limbah tulang ikan cair dari 8,0 menjadi 6,0 dilakukan dengan cara menambahkan HCl, menambahkan molase, dan menginokulasi limbah tulang ikan dengan kultur bakteri asam laktat. Kultur ini diinkubasi pada shaker dengan memberikan aerasi secara terputus selang dua jam dengan dikocok pada kecepatan 120 rpm. Dengan cara ini, bau busuk limbah tulang ikan cair akan hilang dalam waktu inkubasi selama lima hari.

Dalam empat sampai lima tahun terakhir, usaha pengolahan hasil sampingan perikanan berkembang pesat. Informasi yang diperoleh dari Ditjen Perikanan Budidaya, sebagai contoh di Provinsi Jawa Timur terdapat 25 industri pengolahan tepung ikan yang memanfaatkan limbah seperti tulang, kepala, dan ekor ikan. Limbah ini berasal dari industri pengalengan ikan dengan kapasitas 2—5 ton bahan baku per hari. Tidak hanya dijadikan tepung ikan, sebagian limbah sisa tulang juga diolah menjadi pupuk  organik. Di Jawa Timur, pada 2013, tercatat ada enam usaha pengolahan pupuk. Oleh sebab itu, dengan adanya pupuk organik ini pun bisa membantu meningkatkan perkembangan industri pengolahan hasil sampingan perikanan karena bahan baku yang dipakai adalah limbah tulang ikan.

 

 

loading...
loading...