Pupuk Organik Ini Bisa Bantu Produksi Sawi Lebih Optimal


Pertanianku — Sawi sudah menjadi bahan konsumsi harian bagi masyarakat Indonesia. Ada beberapa jenis sawi yang biasa dibudidayakan seperti sawi putih, sawi hijau, dan sawi huma. Jika Anda berniat untuk membudidayakan sayuran ini di rumah, sebaiknya gunakan pupuk organik untuk membantu produksi sawi lebih optimal.

produksi sawi lebih optimal
Foto: Dok. Pertanianku

Selain mengandung karbohidrat, sawi juga mengandung vitamin dan mineral. Sawi hijau merupakan jenis sawi yang banyak menjadi pilihan untuk dikonsumsi. Sementara itu, pengertian pupuk organik itu sendiri ialah tambahan unsur hara untuk tanaman yang berasal dari bahan nonkimia. Selain bermanfaat untuk memperbaiki kesuburan tanah, menggunakan pupuk organik juga dapat meminimalisasi residu bahan kimia akibat pupuk kimia.

Ternyata ada pupuk organik dengan bahan dasar tulang sapi, lele, brotowali, dan vinasse. Pupuk-pupuk ini berwujud cair atau lebih dikenal dengan sebutan Pupuk Organik Cair (POC). Lantas, bagaimana cara membuat pupuk organik dengan bahan dasar tersebut?

  1. Pupuk organik fermentasi tulang sapi

Cara membuatnya cukup mudah, yaitu siapkan tulang sapi kemudian dilarutkan dalam 1 liter air dan 1 kg gula aren. Gula aren ini berfungsi sebagai penyedia karbohidrat mikroba. Campuran tersebut disimpan dalam wadah tertutup. Wadah dibuka setiap 3 hari sekali agar gas CO2 hasil fermentasi keluar. Selama 1 minggu penyimpanan wadah dibuka dan cairan hasil fermentasi disaring.

  1. Pupuk organik fermentasi lele

Untuk membuat pupuk organik dari fermentasi lele, lele dipotong melintang kemudian dicampur dengan 1 liter air dan 1 kg gula aren. Selanjutnya, campuran tersebut diletakkan dalam wadah tertutup kemudian dibiarkan 1 minggu. Setiap 3 hari sekali wadah dibuka untuk mengeluarkan gas CO. Selama 1 minggu penyimpanan, wadah dibuka dan cairan hasil fermentasi disaring.

  1. Pupuk organik fermentasi brotowali
Baca Juga:  Cara Menanam Kentang Menggunakan Mulsa

Pembuatannya dengan memotong brotowali menjadi ukuran yang kecil, kemudian dicampur dengan 1 liter air dan 1 kg gula aren. Campuran difermentasikan dalam wadah tertutup. Wadah dibuka setiap 3 hari sekali agar gas CO2 hasil fermentasi keluar. Selama 1 minggu penyimpanan, wadah dibuka dan cairan hasil fermentasi disaring.

  1. Pupuk organik vinasse

Vinasse didapatkan dari limbah pabrik gula. Agar dapat diaplikasikan sebagai pupuk organik, vinasse ditambah dolomit sebanyak 250g setiap liter air untuk menurunkan pH karena pH yang terdapat pada vinasse cukup rendah, yaitu sekitar 4,35.