Pupuk Organik versus Pupuk Kimia, Mana yang Lebih Unggul?

Pertanianku — Hingga saat ini penggunaan pupuk kimia masih marak digunakan karena dianggap memberikan efek yang lebih cepat sehingga tanaman bisa cepat dipanen. Namun, pada kenyataannya penggunaan pupuk anorganik memberikan dampak buruk bagi tanah. Oleh karena itu, banyak orang yang mulai beralih ke kompos yang lebih ramah lingkungan. Sebenarnya, lebih unggul mana, pupuk organik atau pupuk kimia.

pupuk organik
foto: Pertanianku

Berikut ini penjelasan lengkap perbedaan antara pupuk organik dan pupuk kimia.

Kandungan unsur hara

Di dalam pupuk kimia hanya terkandung satu atau beberapa unsur hara, tetapi kadar kandungan unsur hara tersebut terbilang cukup banyak. Sementara itu, pupuk organik mengandung banyak unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, tetapi jumlahnya sedikit. Oleh karena itu, Anda perlu menggunakan pupuk organik dilakukan dalam jumlah besar, sedangkan pupuk kimia hanya digunakan dalam jumlah kecil.

Pengaruh terhadap struktur tanah

Penggunaan pupuk kimia tidak bisa memperbaiki struktur tanah yang rusak, bahkan pemakaian yang dilakukan dalam jangka waktu lama menyebabkan tanah menjadi lebih padat. Jadi, penggunaan pupuk kimia hanya sebatas untuk memasok kebutuhan unsur hara saja. Sementara itu, pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah sehingga struktur tanah menjadi lebih gembur.

Pengaruh terhadap mikroorganisme di dalam tanah

Pemberian pupuk organik membuat pertumbuhan mikroorganisme menguntungkan meningkat sehingga tanaman bisa lebih mudah menyerap unsur hara. Tanaman yang ditanam dengan pupuk organik juga jauh lebih sehat dan tidak rentan terhadap serangan penyakit. Sementara itu, penggunaan pupuk kimia dapat menyebabkan tanaman menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Pupuk kimia mudah menguap

Salah satu karakteristik yang harus diketahui petani dari pupuk kimia adalah mudah menguap. Oleh karena itu, pemberian pupuk kimia yang kurang tepat dapat menyebabkan pupuk menjadi sia-sia karena unsur hara hilang akibat menguap atau tercuci oleh air.

Baca Juga:  Mentan Syahrul Dorong Hutan Sagu Papua Barat Jadi Agrowisata

Residu

Kedua jenis pupuk ini sama-sama meninggalkan residu. Hanya saja residu yang ditinggalkan oleh pupuk organik berdampak positif pada tanaman sehingga tanaman yang ditanam di musim selanjutnya bisa tetap produktif.

Harga

Harga pupuk kimia memang cukup mahal karena dibuat di pabrik. Sementara itu, harga pupuk organik jauh lebih murah karena bisa dibuat sendiri, tetapi harus digunakan dalam jumlah yang lebih banyak.