Pupuk Urea Bersubsidi Sebanyak 194.000 Ton Masih Menumpuk


Pertanianku – Pupuk buatan (pupuk urea) bersubsidi sebanyak 194.000 ton masih menumpuk di gudang-gudang milik PT Pupuk Kujang, di Jawa Barat dan Banten.

Pupuk Urea Bersubsidi Sebanyak 194.000 Ton Masih Menumpuk

Penumpukan pupuk tersebut akibat rendahnya penyerapan pupuk terutama di Kabupaten Subang, meski pelaksanaan tanam padi musim rendeng sudah berlangsung. Saat ini, stok pupuk urea sangat melimpah, mencapai 193.927 ton, tersebar di gudang lini II produsen dan gudang lini III distributor, di wilayah Jabar—Banten.

“Selain karena sepi pembeli, menumpuknya stok pupuk juga sebagai dampak el-nino,” ujar Manajer Humas PT Pupuk Kujang Ade Cahya Kurniawan, dikutip dari Okezone (4/11).

Melimpahnya stok pupuk ini, melebihi ketentuan stok yang diwajibkan Pemprov Jawa Barat untuk mencukupi kebutuhan dua minggu ke depan, yakni sebanyak 24.477 ton.

“Dengan berlimpahnya stok, kami pastikan, ketersediaan pupuk untuk kebutuhan petani pada musim tanam rendeng periode Oktober 2016—Maret 2017, terjamin aman,” ungkap Ade.

Ade menambahkan, hingga akhir Oktober 2016, pihaknya telah menyalurkan sedikitnya 501.604 ton pupuk urea bersubsidi, atau sekitar 102%, melebihi kuota yang dibutuhkan sebanyak 488.603 ton sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar.

Begitu pun di Kabupaten Subang, dari 35.856 ton kuota pupuk yang dibutuhkan, pihaknya sudah menyalurkan sebanyak 40.219 ton, atau melebihi 112% di atas ketentuan pergub.

“Bahkan, untuk antisipasi lonjakan permintaan, kami sudah menyiapkan stok khusus untuk Subang sebanyak 10.039 ton urea, dan ini melebihi ketentuan stok untuk Subang sebanyak 1.656 ton. Di samping itu, kami pun juga menyiapkan pupuk NPK 17.630 ton dan pupuk organik 8.350 ton,” ucap Ade.

Khusus di wilayah Subang, ribuan ton pupuk urea bersubsidi ini, disebar melalui tujuh distributor resmi. Di antaranya di Kecamatan Jalancagak, Cisalak, Kasomalang, Blanakan, Ciasem, Pabuaran, dan Pagaden.

Baca Juga:  Cabai Hingga Bawang Diprediksi Surplus

Pihaknya memastikan, realisasi penyaluran dan pengadaan pupuk di lapangan berjalan lancar sehingga tidak menghambat pelaksanaan masa tanam musim rendeng di kalangan petani.

“Dengan terjaminnya kepastian stok, diharapkan enggak ada lagi keluhan petani yang sulit memperoleh pupuk di lapangan. Begitu pula, untuk mengantisipasi tingginya permintaan, yang lazim terjadi saat musim tanam Oktober—Maret, kami siapkan stok lebih dari ketentuan dua minggu ke depan,” pungkas Ade.

loading...
loading...