Racun Ikan Ini Jadi Obat Kanker


Pertanianku – Bagi para penyelam, ikan batu (stonefish) pasti menjadi momok yang menakutkan. Terlebih, tak semua penyelam bisa membedakan mana ikan batu dan mana baru karang. Ikan ini juga dikenal mematikan karena memiliki racun.

Namun, baru-baru ini para ilmuwan menemukan bagian dari racun ikan batu yang dapat mengurangi tingkat penolakan transplantasi pada pasien kanker. Para ilmuwan menemukan kesamaan antara bagian yang mematikan dari bisa ikan batu, dan bagaimana sistem imun manusia bereaksi ketika mereka menolak transplantasi sumsum tulang.

Temuan ini sangat mengejutkan, mengingat ikan batu memiliki reputasi yang buruk.

“Jika sengatannya tidak membunuh Anda, maka bisa jadi ikan batu dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa hingga bisa melumpuhkan dan bahkan mungkin mematikan jaringan tubuh dan karenanya besar kemungkinan anggota tubuh itu perlu diamputasi,” ujar salah satu tim peneliti Jamie Seymour.

Jamie Seymour, seorang profesor dari James Cook University yang mengkhususkan diri pada racun, mengatakan rasa sakit akibat sengatan ikan batu sangat menyiksa.

“Ikan batu merupakan salah satu dari beberapa hewan yang kita tahu hanya akan menggunakan racunnya untuk pertahanan,” ungkapnya.

Ikan ini ternyata mampu membantu para ilmuwan untuk memahami lebih jauh tentang tubuh manusia. Profesor James Whisstock dari Universitas Monash mengatakan racun ikan batu mengandung protein perforin yang memiliki kemampuan untuk membuat lubang di dalam sel tubuh.

“Kita sangat terkejut ketika menemukan kandungan protein dalam ikan batu ini ternyata berkaitan dengan senjata utama yang digunakan oleh sistem imun tubuh manusia dalam menghilangkan sel-sel yang terinfeksi secara viral dan bersifat ganas seperti sel kanker,” tuturnya, dilansir dari Kompas.

Respons sistem imun inilah yang memainkan peran penting dalam menggagalkan hingga 30 persen dari transplantasi sumsum tulang, yang digunakan dalam pengobatan leukemia.

Baca Juga:  Kuliner Perikanan di Palembang Kian Populer

Jadi, memahami bagaimana protein ini membentuk pori dapat membantu para ilmuwan menemukan cara untuk mencegah terbentuknya pori-pori tersebut sesering mungkin, terutama melalui pengembangan penekan sistem imun tubuh.

“Ini memberi kita gambaran tentang bagaimana protein ini bisa berhimpun menjadi besar dan membentuk pori-pori berbentuk cincin,” kata Professor Whisstock.

“Struktur racun ikan batu benar-benar memberikan kita sejumlah informasi fantastis mengenai bagaimana mengembangkan molekul yang lebih baik untuk mencegah sistem kekebalan tubuh untuk menjalankan fungsinya ketika kita sedang tidak menginginkannya, misalnya menolak transplantasi organ.

Profesor Seymour mengatakan racun sesekali bisa mengandung informasi yang penting dan kemungkinan itu perlu dieksplorasi.

“Jika Anda bisa mengetahui apa sebenarnya struktur dan komponen dari masing-masing potongan-potongan dalam racun ini, maka kita bisa meneliti struktur tersebut dan akhirnya menemukan senyawa baru dari racun tersebut,” ucapnya.

loading...
loading...