Rahasia Membuat Daya Tahan Larva Ikan Lele Semakin Kuat

Pertanianku Larva ikan lele sama seperti bayi yang masih lemah dan seluruh organnya belum bekerja sempurna. Itu sebabnya larva rawan mati. Namun, tingkat kematian pada larva bisa diminimalisir dengan perawatan yang benar. Berikut ini beberapa langkah yang dapat memperkuat daya tahan larva ikan lele.

larva ikan lele
foto: Trubus

Siapkan lingkungan pemeliharaan yang baik

Lingkungan hidup yang baik sangat dibutuhkan oleh larva, baik untuk kehidupan maupun perkembangannya, terutama ketika tubuh larva masih lemah.

Lingkungan yang cocok untuk larva lele adalah air berwarna hijau dan berlendir, tingkat kesuburan yang tinggi sehingga kolam dipenuhi dengan pakan alami, dan kandungan oksigen tinggi. Kondisi lingkungan tersebut bisa didapatkan melalui persiapan kolam dan air yang sesuai.

Pasang alat penempel larva

Larva yang masih lemah suka menempel pada permukaan pematang. Namun, luas permukaan pematang sangat terbatas sehingga Anda perlu menyediakan alat penempel atau shelter. Anda bisa menggunakan daun pisang atau daun kelapa, tetapi bahan ini mudah membusuk. Sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan untaian tali rafia.

Atur pada tebar optimal

Padat tebar larva dan benih lele harus optimal, tidak berlebihan dan kekurangan. Kepadatan yang berlebihan dapat menyebabkan persaingan dalam mendapatkan ruang gerak dan pakan. Sementara itu, padat tebar yang kurang dapat merugikan secara ekonomi meskipun pertumbuhan benih tergolong cepat. Hal ini dikarenakan hasil panen yang didapatkan tidak sebanding dengan luas kolam.

Beri pakan secara teratur

Pemberian pakan harus teratur, baik itu jumlah maupun waktunya. Jenis pakan yang diberikan sebaiknya beragam. Pakan yang diberikan secara berlebihan dapat menyebabkan kualitas air menurun dan tidak efisien karena pakan tersebut hanya mengendap di dasar kolam. Sementara itu, pemberian pakan yang kurang dapat menyebabkan pertumbuhan lele menjadi terhambat.

Baca Juga:  Keunggulan Ikan Kerapu Cantang, Persilangan Kerapu Macan dan Kerapu Kertang

Lakukan pengelolaan air dengan tepat

Dalam masa pemeliharaan larva, kualitas air kolam dapat menurun sehingga menyebabkan bau busuk. Biasanya, hal tersebut terjadi setelah 10 hari masa pemeliharaan. Kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan karena dapat menyebabkan benih stres dan nafsu makannya menurun. Bahkan, kondisi air kolam yang buruk bisa menyebabkan kematian pada benih.

Sortir ikan

Meskipun pemeliharaan sudah dilakukan secara teratur, masalah sering kali tetap muncul. Misalnya, ukuran ikan yang tidak seragam. Kondisi tersebut bisa ditentukan oleh berbagai faktor, di antaranya kualitas genetik yang berbeda dan persaingan dalam mendapatkan pakan dan ruang hidup. Kondisi perbedaan ukuran ikan dapat menyebabkan sifat kanibalisme lele muncul sehingga Anda perlu melakukan sortasi (sortir) untuk memisahkan ikan berdasarkan ukuran.