Rajin Bedah Suara Burung Kicau agar Makin Gacor

Pertanianku — Tak jarang banyak hobiis yang kurang menyadari ada banyak faktor yang dapat menyebabkan penurunan kualitas pada suara burung kicau. Burung kicau yang sudah lama dipelihara perlahan-lahan akan mengeluarkan suara yang lepas dan keras. Selain itu, tingkat kerajinannya dalam berkicau juga menurun.

suara burung kicau
foto: Trubus

Sebagian cucakrawa, crocok, cucak ijo, dan beberapa jenis burung lain yang sudah dipelihara cukup lama terkadang mengeluarkan suara yang terdengar lambat. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh sangkar digantung di tempat rendah dalam waktu yang lama sehingga memengaruhi mental atau keberanian burung.

Oleh karena itu, Anda harus melakukan bedah suara secara berkala untuk memantau perkembangan suara burung ocehan. Pasalnya, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kualitas suaranya menurun.

Beberapa hal lain yang digadang dapat membuat suara burung tidak lepas, kurang keras, dan tingkat kerajinan berkicaunya rendah sebagai berikut.

  • Asupan gizi kurang sehingga burung mengalami gizi buruk dan memengaruhi vitalitasnya.
  • Terlalu lama berdekatan dengan jenis burung tertentu yang dapat membuatnya takut untuk berkicau.
  • Terlalu sering berdekatan dengan jenis burung yang sudah terlatih berkicau atau rajin berkicau.
  • Terlalu lama dipelihara.
  • Dipaksa berlatih layaknya burung kontes, padahal umurnya belum mencukupi. Kondisi dapat semakin parah saat pelatihan yang diberikan tidak tepat.

Penurunan kualitas suara burung kicau masih bisa diatasi dengan memahami tata cara perawatan yang baik. Oleh karena itu, pembedahan suara perlu dilakukan secara rutin. Selain memantau kondisi suara, pembedahan juga berfungsi memulihkan atau meningkatkan kualitas suara. Untuk mengembalikan suaranya, Anda memerlukan keseriusan dan kesabaran dalam merawat.

Bedah suara burung kicau pada burung yang sudah tidak mengeluarkan suara secara lepas, lemah atau tidak keras, dan malah berkicau bisa dilakukan dengan cara berikut.

  • Gantung sangkar di tempat yang tinggi dan jauhkan dari segala gangguan lingkungan.
  • Berikan pakan bergizi sampai burung terlihat bergairah dan lincah.
  • Berikan antibiotik seperti Teravit selama beberapa hari. Setelah itu, berikan vitamin seperti Vitasol dan sejenisnya 2–3 kali seminggu.
  • Mandikan burung sesering mungkin.
  • Jemur burung setiap pagi pada pukul 07:00–09:00, baik setelah dimandikan maupun tidak dimandikan.
  • Tutup sangkar dengan kain setelah lewat tengah hari.
Baca Juga:  Cara Mencegah Burung Kenari Stres