Ramuan Herbal dari Pohon Pepaya untuk Ternak Ruminansia

Pertanianku Pohon pepaya sangat mudah tumbuh di Indonesia sehingga pepaya menjadi salah satu buah konsumsi yang cukup mudah didapat. Bagian yang biasa dimanfaatkan oleh manusia pada umumnya hanya daun dan buahnya, sedangkan batang daun dan batang pohon tidak pernah dimanfaatkan.

pohon pepaya
foto: Pertanianku

Namun, berbeda halnya dengan ternak ruminansia, ternak bisa memanfaatkan beberapa bagian yang tidak dimanfaatkan oleh manusia, seperti getah dan biji buah. Berikut ini ulasan manfaat bagian pohon pepaya yang bisa dimanfaatkan oleh ternak ruminansia.

Biji pepaya

Biji pepaya cukup jarang dimanfaatkan sehingga lebih sering dibuang atau digunakan sebagai benih tanaman. Biji pepaya bekas konsumsi dapat Anda sangrai di wajan dan dikeringkan. Biji yang sudah kering digiling hingga halus menyerupai bubuk. Setelah itu, bubuk biji pepaya sebanyak 5 gram dilarutkan dengan air sebanyak 700 cc dan direbus. Selanjutnya, diamkan hingga suhunya menjadi suam-suam kuku.

Larutan biji pepaya dapat dicekokkan ke dalam mulut sapi yang terinfeksi cacing. Pengobatan harus dilakukan selama dua hari berturut-turut agar cacing di dalam tubuh sapi keluar.

Daun pepaya

Gunakan 2—3 lembar daun pepaya sedang, yang tidak terlalu muda atau tua. Haluskan daun dan tambahkan sedikit air, lalu peras daun. Hasil perasan daun pepaya bisa digunakan sebagai obat cacing untuk sapi, berikan sebanyak 2—3 sendok makan dengan frekuensi pemberian sebanyak 3 kali dalam seminggu. Lakukan pengobatan secara rutin agar cacing di dalam perut sapi menghilang.

Getah pepaya

Batang pepaya sangat mudah mengeluarkan getah. Di dalam getah terkandung enzim proteolitik, yaitu enzim yang mengatalis ikatan peptide pada protein menjadi senyawa yang lebih sederhana seperti dipeptide dan asam amino. Di dalam getah juga terkandung papain sebanyak 50 persen dari berat getah.

Baca Juga:  Kenal lebih Dekat dengan Khasiat Buah Jamblang

Kandungan yang terdapat di dalam getah pepaya dapat bermanfaat menjadi suplementasi pada pakan ternak untuk merangsang sistem metabolisme hewan yang masih muda. Selain itu, meningkatkan ketersediaan nutrien di dalam bahan pakan.

Kandungan suplemen tersebut tidak meninggalkan residu dan racun yang berbahaya bagi ternak sehingga cukup aman untuk diberikan kepada ternak.