Ramuan Herbal untuk Meningkatkan Produksi Ayam Petelur

Pertanianku— Setiap peternak pasti menginginkan hasil produksi ayam petelur yang optimal sehingga pendapatan yang didapatkan pun maksimal. Untuk mendapatkan itu semua, peternak harus menerapkan manajemen pemeliharaan yang benar sehingga pertumbuhan ayam berlangsung dengan baik. Salah satu kebutuhan harian yang harus dipenuhi adalah pakan. Pemberian pakan yang tepat dapat meningkatkan performa ayam petelur.

produksi ayam petelur
foto: Pertanianku

Pakan memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas dan produksi telur, itu sebabnya penggunaan pakan tidak boleh sembarangan. Peternak harus memperhatikan kualitas dan kuantitas serta kebutuhan ayam. Selain pakan, nutrisi untuk memacu produksi ayam petelur juga bisa didukung dengan asupan tambahan, seperti ramuan herbal.

Saat ini sudah banyak kajian terkait pakan yang dapat meningkatkan produksi ayam petelur. Salah satunya tentang ramuan herbal yang terbuat dari berbagai tumbuhan seperti berikut.

Tepung daun katuk

Pemberian tepung daun katuk sebesar 5 persen dalam ransum dapat menurunkan kolesterol telur. Hal ini diduga karena daun katuk mampu menghambat efek fisiologis dalam tubuh sehingga menghambat sintesis cairan empedu. Sekresi cairan empedu yang menurun menyebabkan kecernaan lemak kasar dan penyerapan lemak menurun. Akibatnya, komponen-komponen lemak dan kolesterol menjadi berkurang.

Daun katuk juga dapat meningkatkan kualitas warna kuning telur karena mengandung xantofil dan karoten yang berfungsi sebagai precursor (pro-vitamin) vitamin A dan sumber pigmen. Namun, menurut Ibrahim (2004), pemberian daun katuk belum dapat meningkatkan produksi telur secara nyata.

Daun sambiloto

Pemberian air rebusan daun sambiloto 7,5 ml dan 22,5 ml dapat meningkatkan produksi telur sebanyak 57,98 persen dan 69 persen. Hal ini karena daun sambiloto mampu mempercepat proses absorbsi zat makanan dalam usus.

Daun sambiloto mengandung senyawa bioaktif. Senyawa tersebut dapat membersihkan materi-materi yang menempel pada dinding usus. Akibatnya, dinding usus menjadi tipis dan meningkatkan permeabilitas dari dinding usus. Peningkatan absorbsi zat makanan oleh usus halus menyebabkan zat makanan dapat dimanfaatkan ayam petelur untuk memproduksi telur yang lebih banyak.

Baca Juga:  Cara Mengatur Pola Produksi Ayam Petelur agar Berkelanjutan