Ranch Sapi Potong di Sumareta Barat Diresmikan Gubernur

0

Pertanianku – Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita bersama Gubernur Sumatera Barat meresmikan ranch (peternakan) sapi bali yang dibangun terintegrasi dengan UPT Pembibitan Sapi di Air Runding, Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Dalam peresmian tersebut, Sumatera Barat menjadi pusat pengelolaan hewan ternak. Bahkan, Sumatera Barat akan membangun dua ranch pembibitan sapi, yaitu di Padang Mangatas Kabupaten Lima Puluh Kota dan di Pasaman Barat.

Irwan Prayitno mengatakan bahwa, Pemprov Sumbar menetapkan lima daerah kabupaten dan kota untuk dijadikan sentra penggemukan sapi potong. Kelima daerah itu terdiri atas Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Kota Bukittinggi, dan Kota Payakumbuh.

Lebih lanjut I Ketut Diarmita menjelaskan, program pengembangan sapi di Sumatera Barat sudah sangat sejalan dengan pembangunan peternakan nasional sesuai yang tertuang dalam nawacita Presiden Joko Widodo. Salah satu kegiatan penting dalam pembangunan peternakan dan kesehatan hewan pada 2017 adalah Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang berorientasi pada peningkatan populasi untuk mencapai swasembada protein hewani asal ternak. Peningkatan populasi tersebut juga dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan dari impor dan sekaligus mendukung Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia.

“Untuk menyukseskannya, maka kita perlu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal dan peran aktif dari semua pihak, termasuk masyarakat,” kata Dirjen PKH, seperti melansir Republika (7/3).

Di tengah-tengah keterbatasan anggaran pemerintah, pelaksanaan kegiatan Upsus Siwab dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang lebih banyak melibatkan peran aktif masyarakat. Apalagi, tuntutan atas capaian kinerja program dan kegiatan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan, utamanya produksi daging sapi/kerbau, semakin tinggi.

Menurut I Ketut Diarmita, kegiatan Upsus Siwab yang ada di 34 Provinsi di Indonesia adalah komitmen pemerintah untuk mewujudkan kebuntingan 3 juta ekor sapi pada 2017. Dengan demikian, suatu saat Indonesia bisa mengekspor daging ke luar negeri. Sebab, Indonesia memiliki semua potensi untuk menjadi negara pengekspor daging.

Khusus untuk Sumatera Barat, Dirjen PKH menargetkan jumlah akseptor sebanyak 111.293 ekor dengan jumlah kebuntingan 75.659 ekor dan kelahiran diharapkan dapat menghasilkan tambahan anak sebanyak 61.300 ekor. Sementara itu, untuk Kabupaten Pasaman Barat, target akseptor 4.615 ekor dengan jumlah kebuntingan dan kelahiran diharapkan dapat menghasilkan tambahan anak sebanyak 3.091 ekor.

loading...
loading...