Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Jambi Diasuransikan


Pertanianku – PT Asuransi Jasa Indonesia Persero (Jasindo) Provinsi Jambi mengungkapkan bahwa seluas 970 hektar lahan pertanian di daerah tersebut telah diasuransikan sehingga jika terjadi risiko gagal panen akan mendapat jaminan dari perusahaan asuransi ini.

Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Jambi Diasuransikan

Kepala Jasindo Area Jambi Herman Prasojo di Jambi, Rabu, mengatakan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) merupakan produk asuransi pertanian PT Jasindo itu hingga Mei 2016 telah terealisasi 970,75 hektar lahan pertanian. “Lahan sawah yang sudah diasuransikan melalui Jasindo Jambi itu berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Tahun 2016 kami diberi target mengasuransikan lahan pertanian seluas 6.800 hektar,” ujar Herman. Sebagaimana dikutip Antaranews (12/5).

Sawah yang telah diasuransikan akan mendapat jaminan ganti rugi jika gagal panen yang diakibatkan dari risiko bencana alam seperti banjir dan kekeringan serta gagal panen dari organisme penganggu tumbuhan (OPT). Dia mengatakan, 970,75 hektar sawah yang telah diasuransikan itu merupakan milik 19 kelompok tani dengan total anggotanya sebanyak 613 orang yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

“Realisasi tersebut masih jauh dari target, karena produk asuransi pertanian ini baru diluncurkan pada awal 2016. Sehingga masih banyak petani yang belum mengetahuinya,” jelas Herman. Karena realisasi yang masih rendah tersebut, pihak PT Jasindo akan terus menyosialisasikan produk asuransi pertanian dengan memberikan pemahaman kepada para petani dengan menggandeng Pemda setempat dan penyuluh pertanian di lapangan.

“Di Provinsi Jambi, kita fokus pada kabupaten yang terdapat sentra atau lumbung pertanian padi. Seperti Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Kerinci, Sungaipenuh, Bungo, Tebo, Sarolangun dan Merangin. program asuransi pertanian tersebut juga sebagai upaya mewujudkan program pemerintah dalam menuju kedaulatan pangan,” ucap Herman.

Baca Juga:  Petani: Impor Jagung untuk Kepentingan Sesaat

Untuk memudahkan para petani menjadi peserta asuransi pertanian tersebut, pihak pemerintah memberikan subsidi sebesar 80% untuk pembayaran premi dari total Rp180.000 per hektar. Artinya setiap musim tanam telah disubsidi dan petani hanya membayar sisanya sebesar 20% dari premi. “Dari premi yang dibayarkan tersebut, klaim atau ganti rugi yang akan dibayarkan sebesar Rp6 juta per hektar bagi petani gagal panen, ganti rugi tersebut kita berikan supaya menjadi modal petani untuk bisa menanam kembali,” jelas Herman.