Ratusan Ribu Ton Beras Impor akan Banjiri Pasar RI


Pertanianku — Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) akhirnya menyalurkan beras impor yang selama ini tersimpan di gudang. Ratusan ribu ton beras impor itu akan banjiri pasar dan tentunya dengan harga murah. Operasi pasar beras murah tersebut sudah berlangsung sejak Senin (19/3).

ratusan ribu beras impor
Foto: Google Image

Direktur Utama Bulog, Djarot Kusumayakti mengatakan, sebanyak 400 ribu ton beras akan digelontorkan saat operasi pasar tersebut. Hanya saja, ia tidak menyebut porsi beras impor di dalam penyaluran tersebut.

“Kami campur semua (beras dalam negeri dan beras impor) di dalam operasi pasar yang akan berlangsung dari Senin ini hingga menjelang bulan Ramadan mendatang,” ujar Djarot ditemui di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, dikutip dari CNN Indonesia Selasa, (20/3).

Ia mengungkapkan, beras tersebut akan dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Sebab, operasi pasar ini ditujukan untuk menanggulangi harga beras medium yang tak kunjung turun sejak awal tahun lalu.

Menurut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2017, HET beras medium ada pada harga Rp9.450—Rp10.250 per kilogram. Namun sayang, menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), rata-rata harga beras nasional per 19 Maret 2018 berada di angka Rp11.800 per kilogram.

“Meski campur impor, harganya tetap harus sesuai HET. Mungkin ada beras dengan kualitas medium minus sedikit itu akan kami jual Rp8.600 per kg,” ujar dia.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya telah meminta Bulog untuk melepas beras impor itu yang masih ditahan di gudang. Ini demi menyikapi harga beras yang tak kunjung turun hingga saat ini.

“Apa masalahnya beras impor itu? Memang mau disimpan-simpan? Tidak, itu tidak boleh begitu,” tutur Darmin.

Baca Juga:  Petani Bisa Untung Berkali Lipat dengan Pertanian Modern

Tadinya, Bulog berencana untuk menjadikan beras impor sebagai persediaan. Namun, sesuai rapat koordinasi terbatas pada 15 januari 2018 lalu, total impor beras yang diperbolehkan tercatat 281 ribu ton terlebih dulu.