Ratusan Ton Ikan Mati Mendadak di Waduk Jangari


Pertanianku – Beberapa waktu lalu warga sekitar Waduk Jangari dikejutkan dengan fenomena ratusan ton ikan mati secara mendadak.

Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Cianjur, Jawa Barat, mencatat penyebab matinya ratusan ton ikan di Waduk Jangari, Kecamatan Mande, akibat perubahan iklim, virus, dan bakteri.

Kepala Seksi Bina Kesehatan Ikan dan Hewan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Cianjur, Agung Riyanto mengatakan, penyebaran penyakit pada ikan di wilayah tersebut didominasi bakteri Aeromonas hydophila, white spot virus, dan koi herpes virus.

“Penyakit tersebut biasanya timbul karena perubahan iklim dan kondisi air yang sudah tercemar limbah. Untuk mengatasi penyebarannya, dapat dilakukan dengan pemberian vitamin C serbuk yang dicampur pakan ikan agar kondisi ikan sehat kembali,” ungkapnya seperti dilansir Antara.

Lebih lanjut Agung mengatakan bahwa pembudidaya ikan sudah bisa mengantisipasi berbagai jenis penyakit yang menyerang komoditas ikan air tawar itu. Ketika terjadi musim pancaroba, petani ikan akan mengganti dengan jenis ikan yang lebih tahan terhadap penyakit dan sanggup bertahan pada oksigen rendah.

Ia pun menjelaskan, produksi ikan air tawar di Cianjur, untuk jenis ikan mas sebanyak 25.236,65 ton, ikan nila sebanyak 10.550,21 ton, ikan bawal sebanyak 13.404,77 ton, dan ikan lainnya sebanyak 292,23 ton.

Padahal sebelumnya, ratusan petani jaring apung di Waduk Jangari, Kecamatan Mande, merugi hingga ratusan juta rupiah karena ikan yang dibudidayakan mereka mati mendadak. Kematian massal ratusan ton ikan diduga akibat perubahan cuaca.

“Ikan mengalami kekurangan oksigen karena terjadi arus balik dari dasar air atau upwelling. Perubahan cuaca membuat air waduk bercampur dengan air hujan, sehingga oksigen untuk ikan berkurang,” tutur Taryana pemilik haring terapung.

Baca Juga:  KKP Panen Lele Sistem Bioflok di daerah Perbatasan RI–Malaysia

“Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, pembudidaya terpaksa memanen ikan yang masih hidup lebih awal meskipun ukuranya tidak sesuai. Sudah pasti harganya menjadi murah, tapi daripada rugi, mau bagaimana lagi,” tuturnya.

loading...
loading...