Raup Omzet Hingga Miliaran dari Bisnis Budidaya Udang Dogol


Pertanianku – Salah satu komoditas perikanan yang bernilai tinggi adalah udang dogol. Udang ini memiliki kulit tebal dan bertekstur kasar, berwarna merah mudah dan sedikit kekuningan. Udang dogol lebih dikenal dengan sebutan pink shrimp.

Salah satu daerah yang banyak membudidayakan udang dogol adalah Kabupaten Pangandaran. Jika dilihat dari aktivitas para nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang dikelola KUD Minasari, mereka kebanyakan menjual hasil tangkapan berupa udang jenis tersebut.

Ibrahim, salah seorang nelayan di Pangandaran, menyatakan saat musim panen, dalam sehari dirinya bisa mendapatkan udang sebanyak 60—70 kilogram, bahkan bisa lebih. Jika hari-hari biasa, ia hanya mendapat udang sekitar 30 kilogram.

“Udang dogol sekarang ini memang sedang banyak. Mudah-mudahan pendapatan kami melimpah,” jelas Ibrahim, seperti dikutip harapanrakyat.

Sementara itu, Apong, salah seorang bakul ikan, mengatakan, saat musim panen, dalam sehari dirinya bisa membeli udang dogol hingga 1 ton. Kalau lagi sepi, ia hanya mendapatkan udang dari pelelangan sekitar 1—2 kuintal saja.

“Udang dogol yang saya beli ini, selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, seperti restoran-restoran seafood yang ada di Pangandaran, juga dikirim ke luar kota, salah satunya ke Jakarta untuk diekspor,” ucapnya.

Selama musim panen, omzet dari hasil pelelangan udang dogol di TPI Pangandaran pun mencapai Rp100 juta/hari. Dengan demikian, dalam sebulan bisa mencapai Rp2—Rp3 miliar. Angka yang sangat fantastis bukan?!

Baca Juga:  KKP Beri Edukasi Soal Standar Perdagangan Ikan Internasional
loading...
loading...