Raup Omzet Rp1 Miliar dari Bisnis Olahan Pupuk


Pertanianku – Saat ini telah banyak petani yang lebih memilih menggunakan pupuk organik ketimbang pupuk kimia. Hal ini karena penggunaan pupuk organik tidak akan merusak lingkungan serta tidak membahayakan bagi kesehatan.

meraup-omzet-rp1-m-dari-bisnis-olahan-pupuk

Sudarsono, asal Sidoarjo, Jawa Timur, mengubah limbah yang berasal dari pabrik gula dan kotoran sapi menjadi pupuk organik dengan nilai ekonomis yang tinggi serta mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Sampah organik seperti kotoran sapi dan blotong tebu yang selama ini menjadi polemik di masyarakat karena bisa mencemari lingkungan dan menimbulkan bau busuk di tangan yang tepat blotong dapat dimanfaatkan.

Sudarsono pertama kali menggeluti usaha ini sejak 2013, dan hanya memiliki enam karyawan. Kini bersama tiga puluh karyawan yang merupakan warga sekitar menyulap limbah pabrik gula tebu atau biasa disebut blotong menjadi pupuk organik yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Dalam satu bulan bapak dua anak ini bisa menghasilkan 1.000 ton pupuk organik yang siap jual ke pabrik pupuk. Nilai jual 1.000 ton pupuk organik setara dengan Rp1 miliar.

Kabupaten Sidoarjo yang memiliki lebih dari satu pabrik gula, menghasilkan limbah tebu ber ton-ton tiap harinya. Berawal dari ide inilah pria yang sebelumnya bekerja sebagai pengrajin tas di Tanggulangin, beralih profesi sebagai pengolah limbah.

“Awalnya blotong tebu yang diambil dari pabrik gula, harus dikeringkan terlebih dahulu selama lima-tujuh hari tergantung dari cuaca jika panas tidak sampai satu minggu,” ungkap Darsono.

Lanjut Darsono, limbah tebu dibawa ke tempat pengolahan. Di sana blotong dicampur kotoran sapi, kapur pertanian dan mixtro atau bahan mikroba bakteri. Agar merata, pengadukan menggunakan mesin aduk.

Pupuk dari bahan utama blotong selama ini dipergunakan oleh petani dari Jawa dan Bali. Pupuk organik berfungsi sebagai penggembur tanah, pembenah tanah, dan menyimpan kadar air lebih lama. Ketiga unsur-unsur di dalamnya itu sangat dibutuhkan tanah dan tanaman, karena mengandung unsur organik dan unsur hara.

Baca Juga:  Jangan Salah! Ada Makanan Sehat yang tidak Benar-benar Menyehatkan
loading...
loading...