Raup Omzet Rp40 Juta Berkat Budidaya Asparagus

Pertanianku – Awalnya, asparagus di Indonesia tidak terlalu populer. Namun, lambat laun permintaan asparagus di Indonesia cukup tinggi. Sayuran ini memang lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat menengah ke atas karena harganya yang cukup mahal.

Terlebih lagi pembudidaya asparagus di Indonesia belum cukup banyak. Padahal, peluang usaha budidaya asparagus cukup menjanjikan.

Hal tersebut telah dibuktikan oleh Kelompok Tani Giri Mukti di Parongpong, Bandung, Jawa Barat. Lantaran kepincut omzet besar dari asparagus, kelompok tani besutan Tatang Landihan ini pun tertarik membudidayakan asparagus sejak 2011 lalu.

Kelompok Tani Giri Mukti membudidayakan asparagus hijau secara semi-organik sehingga tidak menggunakan pestisida untuk membasmi hama penyakit. Dikatakan Tatang, kunci keberhasilan budidaya asparagus terletak pada kecepatan persemaian hingga tanam.

“Selama ini waktu yang dibutuhkan untuk penyemaian benih menjadi bibit siap tanam cukup lama, sekitar 6 bulan. Namun Kelompok Tani Giri Mukti bisa mempersingkat waktu hanya 2 bulan saja,” kata Tatang.

Menyoal budidayanya, menurut Tatang, asparagus lebih potensial dibudidayakan di daerah iklim tropis seperti Indonesia karena bisa dipanen sepanjang tahun. Dan, rebung asparagus bisa tumbuh lebih cepat ketimbang di daerah subtropis. Jika ditanam di daerah subtropis, asparagus tidak bisa dipanen sepanjang tahun.

Asparagus hijau dari kebun Kelompok Tani Giri Mukti Bandung mempunyai nilai jual cukup tinggi dan terbagi menurut kualitas. Asparagus hijau kualitas A (grade A) panjang rebung sekitar 30 cm dan diameter batang sekitar 1 cm harganya sekitar Rp45.000 per kg, grade B sekitar Rp40.000 per kg (panjang rebung sekitar 30 cm, diameter kurang dari 1 cm), dan grade C sekitar Rp35.000 per kg (panjang rebung kurang dari 30 cm dan diameter sekitar 0,5—0,7 cm).

Tatang mengungkapkan bahwa dalam sebulan Kelompok Tani Giri Mukti Bandung bisa memanen asparagus hijau sebanyak 1—1,5 ton. Agar pasokan bisa terus-menerus tersedia, dilakukan penjadwalan tanam bergilir di lahan seluas 2 hektare sehingga panen dilakukan 2 kali sehari. Satu rumpun asparagus bisa dipanen sekitar 4—5 batang rebung. Di lahan seluas 2 hektare bisa ditanam sekitar 125 ribu batang tanaman asparagus.

“Budidaya asparagus juga bisa dilakukan secara tumpangsari dengan sayuran lain seperti selada,” ujar Tatang.

Dalam sebulan Kelompok Tani Giri Mukti bisa meraih omzet di atas Rp40 juta dengan keuntungan sebesar 40% dari hasil panen 1.000—1.500 kg. Rencananya kelompok tani ini juga akan memperluas areal penanaman guna mengejar permintaan yang datang.

loading...
loading...